Showing posts with label Tips Menulis. Show all posts
Showing posts with label Tips Menulis. Show all posts

Ingin Blog (Berbahasa Indonesia) Anda Go Internasional? Inilah Rahasianya


Artikel ini merupakan artikel blogger tamu (guest blogger) dari Yoki Dhinata. Jika Anda ingin menjadi guest blogger di Blogguebo.com, silahkan menyimak ketentuannya disini.

Kebanyakan blogger Indonesia rajin membaca blog-blog berbahasa Inggris. Selain untuk menambah wawasan dan informasi, salah satu tujuannya adalah untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris.

Tapi tahukah Anda bahwa blogger-blogger asing juga senang membaca artikel di blog-blog berbahasa Indonesia milik Anda?

Benarkah? Ya, benar.

Dengan begitu banyaknya blog berbahasa Indonesia yang tumbuh saat ini, blog-blog berbahasa Indonesia kini menjadi lebih variatif, kaya ilmu dan informasi (dan keyword tentunya). Efek positifnya, semakin banyak pengguna internet dari luar Indonesia yang mulai mempelajari bahasa Indonesia ketika hasil pencarian keyword yang mereka cari di mesin pencari ternyata banyak merujuk ke blog berbahasa Indonesia.

Sama seperti kita, "blogger-blogger bule” juga banyak memanfaatkan Google Translate untuk menerjemahkan sebuah artikel, misalnya dari blog berbahasa Indonesia ke bahasa lainnya. Meskipun tidak 100% akurat, tetapi setidaknya cukup membantu untuk sedikit memahami artikel yang ditulis dalam bahasa lain.

Yang menjadi persoalan, banyak blogger Indonesia yang menulis artikel dengan tidak mengindahkan kaidah menulis yang baik dan benar sesuai aturan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Akibatnya banyak pengunjung asing yang akhirnya kebingungan ketika menerjemahkan artikel dari blog berbahasa Indonesia ke bahasa asing.

Baru-baru ini seorang blogger asal Belanda yang punya inisial B10m (saya tidak tahu nama aslinya) mengeluh kepada saya karena merasa kesulitan setelah membaca hasil terjemahan dari blog berbahasa Indonesia. Pasalnya sederhana, kata “toko-toko” dalam artikel yang diterjemahkannya ditulis singkat menjadi “toko2”. Hasilnya, tentu saja menimbulkan kerancuan pada hasil terjemahannya.

Itu baru satu contoh.

Kebiasaan lainnya adalah sebagai berikut:

- Menggunakan kata-kata yang tidak baku.
Contoh: “Tadi pagi gw nganter nyokap beli sayur kepasar”.
- Menulis dengan disingkat seperti sms.
Contoh: “Aq sng bgt, akhrny dy mw jd pcr q. Pdhl teman2nya bnyk yg lbh gnteng n tajir dr pd aq”.
- Penggunaan karakter yang tidak pada tempatnya.
Contoh: "@ku cin7a !nd0n3sia".

“Kalau begitu jadi kaku dong nulis posting di blog sendiri kalau harus pakai aturan EYD?”

Ah, nggak juga. Tetap santai saja seperti biasanya Anda menulis. Juga tetap gunakan gaya menulis Anda sendiri. Namun jika Anda ingin menjaring lebih banyak pengunjung dari luar Indonesia, ada baiknya untuk tetap memperhatikan cara Anda menulis.

Bukankah lebih bagus jika tutorial, pengalaman, ide, dan curhat yang Anda tulis di blog Anda bisa dipahami oleh lebih banyak pembaca?

Keuntungan menulis dengan baik sudah jelas: trafik pengunjung meningkat, Alexa Rank mengecil, kemungkinan mendapat backlink dari blog lain lebih besar.

Sekarang coba cek statistik pengunjung blog Anda. Jika ada banyak link pengunjung yang berasal dari situs Google Translate, berarti Anda perlu mempertimbangkan para pembaca non-Indonesia ketika menulis artikel di blog berbahasa Indonesia Anda.

Oya, siapa tahu banyak pelanggan RSS Feed blog Anda ternyata adalah orang asing juga?

---------------------------------------------
Yoki Dhinata adalah pemilik Dhinata.com dan finalis "11 Weblog Terbaik Berbahasa Indonesia" versi "The Bobs 2008" serta Juara 1 "Kompetisi Website Kompas Muda - IM3 2009".

(Gambar diambil dari PJLightsHouse.com)

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel Blogguebo.com secara gratis melalui email:


Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Bahasa Inggris versus Bahasa Indonesia: Pilih Mana?
Menulis Dengan Bernas
Tips Menulis Artikel Wawancara Untuk Blog Anda

Guest Blogger di Blogguebo.com


Saya membuka kesempatan kepada Anda, pembaca setia Blogguebo.com (yang saya tahu sebagian besar adalah para blogger), untuk menulis di Blogguebo.com sebagai blogger tamu (guest blogger).

Apa keuntungan menjadi blogger tamu di Blogguebo.com?

Pertama, Anda mendapatkan kesempatan untuk berbagi pendapat, ilmu dan pengalaman dengan para pembaca Blogguebo.com. Artikel Anda akan dibaca oleh lebih banyak blogger di luar pembaca blog Anda sendiri (Blogguebo.com memiliki 3200+ pelanggan artikel melalui RSS Feed dan email). Kedua, Anda akan mendapatkan backlink berkualitas dari Blogguebo.com karena link blog Anda akan tampil di bagian byline artikel Anda (Blogguebo.com memiliki PR 3). Ketiga, Anda akan mendapatkan tambahan traffic pengunjung dari pembaca Blogguebo.com.

Apa topik artikel yang bisa Anda tulis?

Pada dasarnya topik apapun yang berhubungan dengan blogging dan make money from blogging. Bisa berupa tips-tips menghasilkan uang lewat blog, SEO, SMO, mindset bisnis atau internet marketing secara umum. Artikel bisa berupa opini, analisis ataupun pengalaman pribadi.

Bagaimana ketentuan untuk menjadi blogger tamu di Blogguebo.com?

Berikut adalah panduan untuk menjadi blogger tamu di Blogguebo.com.

Panduan Guest Blogger di Blogguebo.com
1. Artikel merupakan tulisan original yang belum pernah dipublikasikan dimanapun (termasuk di blog Anda sendiri).
2. Artikel menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami.
3. Panjang artikel tidak dibatasi, namun jangan terlalu pendek dan jangan terlalu panjang juga.
4. Jika ada, gambar pelengkap artikel disertakan bersama artikel.
5. Anda boleh mencantumkan link blog Anda di footer byline artikel.

Jika Anda berminat menjadi blogger tamu, silahkan kirimkan artikel Anda dalam format MS Word ke medhy@blogguebo.com dengan judul subyek "Blogger Tamu". Segera setelah naskah saya terima, saya akan menghubungi Anda untuk mengkonfirmasi apakah artikel Anda diterima atau tidak sebagai artikel blogger tamu di Blogguebo.com.

Nah, Anda tertarik untuk menjadi blogger tamu (guest blogger) di Blogguebo.com?

Saya tunggu tulisan Anda.

Have a nice weekend and thanks a bunch.

(Gambar diambil dari Manhoot.com)

Medhy Aginta

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel Blogguebo.com secara gratis melalui email:


Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Tips Menulis Artikel Wawancara Untuk Blog Anda
10 Alasan Kenapa Niche Blogging Lebih Menguntungkan
Blogging Outlook 2009

Percayalah, Anda Wajib Berlangganan 10 RSS Feed Blog-Blog Ini


"You are what you read" - Anonymous

Anda adalah apa yang Anda baca.

Jika Anda banyak membaca buku tentang hukum, kemungkinan besar Anda akan menjadi seorang ahli hukum. Jika Anda banyak membaca buku tentang politik, kemungkinan besar Anda akan menjadi politikus atau setidaknya pengamat politik. Jika Anda banyak membaca buku-buku tentang pengembangan diri dan motivasi positif, kemungkinan besar Anda akan menjadi pribadi yang penuh motivasi dan berpikiran positif.

Nah, jika Anda ingin menjadi seorang blogger yang benar-benar mampu menghasilkan uang melalui blog Anda, lalu blog-blog apa sajakah yang harus Anda baca?

Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk mengunjungi ribuan blog tentang make money from blogging yang ada di blogosfer, berlangganan RSS Feed blog-blog dengan topik tersebut bisa menjadi pilihan bijaksana. Alih-alih harus membuka satu-persatu blog favorit Anda, Anda cukup membuka RSS Reader ataupun Inbox email Anda untuk membaca setiap posting artikel terbaru.

Dalam posting artikel kali ini saya ingin berbagi informasi tentang 10 RSS Feed blog dengan topik make money from blogging yang menurut saya wajib Anda subscribe. Saya pun berlangganan RSS Feed ke-10 blog ini.

10 RSS Feed Blog Yang Wajib Anda Subscribe

1. ProBlogger
ProBlogger adalah blog yang secara khusus membahas tentang seluk-beluk bagaimana menghasilkan uang lewat blog. Dikelola oleh Darren Rowse, blog ini bisa menjadi sumber rujukan terdepan untuk belajar seluk-beluk make money from blogging.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed ProBlogger.

2. DailyBlogTips
DailyBlogTips adalah blog milik Dabiel Scocco, seorang blogger asal Brazil yang mengupas tips-tips blogging dan bagaimana menghasilkan uang melalui blog. Ada segmen-segmen artikel bagus yang bisa Anda simak di blog ini.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed DailyBlogTips.

3. CopyBlogger
CopyBlogger adalah blog rujukan terbaik jika Anda ingin belajar copywriting dan bagaimana menulis artikel yang bisa mempengaruhi tindakan pembaca blog Anda. Dikelola oleh Brian Clark, blog ini sarat dengan tips-tips menulis yang pasti bermanfaat bagi Anda yang baru belajar menulis untuk blog Anda.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed CopyBlogger.

4. TheBlogHerald
TheBlogHerald adalah blog milik Splash Media, sebuah jaringan blog dengan berbagai macam topik yang dikomandani oleh Duncan Riley. TheBlogHerald dikelola oleh beberapa penulis yang secara rutin memberikan update informasi seputar dunia blogging.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed TheBlogHerald.

5. DoshDosh
DoshDosh adalah blog yang akan membantu Anda memperluas perspektif tentang dunia online marketing (tidak hanya blogging) dan berbagai macam aspek yang ada di dalamnya. Dikelola oleh Maki, dengan gaya tulisannya yang panjang dan mendalam, DoshDosh seharusnya menjadi bacaan wajib bagi Anda yang ingin belajar online business.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed DoshDosh.

6. BloggingTips
BloggingTips adalah blog yang dikelola oleh Kevin Muldoon dan banyak mengupas berbagai informasi terbaru dan tips-tips di seputar dunia blogging. BloggingTips juga memiliki Forum yang cukup bermanfaat bagi Anda yang ingin belajar bagaimana ngeblog dengan benar.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed BloggingTips.

7. Shoemoney
Siapa yang tak kenal Jeremy Schoemaker? Selain dikenal karena cek Google Adsense terbesar di dunianya, Jeremy juga banyak dikenal sebagai jago affiliate. Jika Anda belum mengenalnya, berarti Anda harus segera berlangganan RSS blognya, Shoemoney.com, dan membacanya.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed Shoemoney.

8. JohnChow
Anda seharusnya mengenal John Chow. Namun jika belum mengenalnya, tak apalah. Belum terlambat. Melalui blognya, dan dengan gaya menulisnya yang khas, John Chow adalah rujukan bagus jika Anda ingin mendapatkan informasi dan peluang terbaru yang ada di dunia blogging.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed JohnChow.

9. Performancing
Performancing adalah salah satu blog yang juga dimiliki oleh Splash Media. Dikelola oleh sejumlah profesional blogger, Performancing mengusung tag line "Helping Bloggers Succeed" dan secara berkala menampilkan berbagai informasi bermanfaat tentang dunia blogging.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed Performancing.

10. Entrepreneurs-Journey
Entrepreneurs-Journey adalah blog yang dikelola oleh Yaro Starak, blogger asal Australia yang dikenal sebagai pemilik program mentoring Blog Mastermind. Dengan gaya berujarnya yang khas, Yaro akan membantu Anda belajar seluk beluk menghasilkan uang melalui blog. Yaro juga bisa menjadi tempat yang tepat untuk belajar affiliate.

Silahkan klik disini untuk berlangganan RSS Feed Entrepreneurs-Journey.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah berlangganan RSS Feed blog-blog tentang make money from blogging?

Oh ya, jika Anda tidak ingin ketinggalan updates, breaking news dan tips-tips terbaru seputar bagaimana menghasilkan uang lewat blog (dalam bahasa Indonesia), pastikan bahwa Anda telah berlangganan Blogguebo.com.

Klik disini untuk berlangganan Blogguebo secara gratis.

Semoga bermanfaat dan Anda juga bisa menjadi seperti mereka ya. Amien. :)

(Gambar diambil dari GloryinLife.com )

Medhy Aginta

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel Blogguebo.com secara gratis melalui email:


Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Apa Itu RSS?
Jalan Pintas Belajar Ngeblog
Jalan Pintas Belajar SEO

Beri Saya 5 Menit, Dan Akan Saya Tunjukkan 12 Judul Artikel Yang Pasti Dibaca Pengunjung Blog Anda


Mohon maaf dengan judul artikel kali ini yang termasuk luar biasa panjang untuk ukuran kebiasaan saya. :)

Ya, biasanya, saya lebih senang menulis judul artikel yang pendek-pendek, catchy dan lugas, asal jelas maksudnya.

Artikel kali ini memang istimewa karena sebenarnya sekaligus menjadi eksperimen saya yang sedang belajar copywriting untuk blog. Ya, copywriting. Nah, Anda mungkin sudah menangkap maksud saya. Benar, judul diatas memang cuma salah satu contoh penerapan teknik copywriting untuk menulis judul artikel yang PASTI menarik perhatian pengunjung blog Anda (bahkan pengunjung yang nyasar ke blog Anda sekalipun).

Dalam artikel ini saya ingin sekedar berbagi sedikit tentang apa yang saya baca dari buku legendaris "The Ultimate Sales Letter" karya Dan S. Kennedy (yang dikenal sebagai salah satu maestro copywriter dunia). Dalam salah satu bab bukunya, Dan Kennedy membuat ikhtisar 12 formula judul artikel yang telah dibuktikannya selama bertahun-tahun di dunia periklanan PASTI akan menarik perhatian siapapun yang membacanya.

Keduabelas formula judul tersebut, uniknya, bisa Anda ubah-ubah sesuai kebutuhan dan tujuan Anda. Sebagai blogger, tentu tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan ke-12 formula judul tersebut untuk kepentingan meningkatkan jumlah pembaca blog kita.

Apa saja ke-12 judul artikel yang PASTI ingin dibaca oleh siapapun ini?

Sekali lagi, formula awal ke-12 judul artikel dibawah ini berasal dari Dan S. Kennedy. Saya cuma meminjam dan mengubahnya dengan fokus yang berbeda: dunia blogging. Anda tentu saja bisa membuat berbagai varian baru dari contoh ke-12 judul artikel ini. Toh tidak ada salahnya mencoba. :)

12 Judul Artikel Yang PASTI Dibaca Pengunjung Blog Anda:

1. "Mereka Menganggap Saya Tidak Bisa Menghasilkan $10.000 Per Bulan, Tetapi Mereka Salah."

2. "Siapa Lagi Yang Ingin Menghasilkan $10.000 Dari Blog Pribadi?"

3. "Bagaimana Hobi Ngeblog Membuat Saya Keluar Dari Pekerjaan Sebagai Manajer Perusahaan Asing."

4. "Apakah Anda Takut Kaya?"

5. "Bagaimana Saya Mendapatkan 1000 Pelanggan RSS Dalam Semalam?"

6. "Bagaimana Mengubah Blog Pribadi Anda Menjadi Sumber Penghasilan Utama."

7. "Jika Anda Seorang Ibu Rumah Tangga, Anda Bisa Mendapatkan $1000 Per Bulan Dari Ngeblog."

8. "Rahasia Meningkatkan 4X Jumlah Traffic Pengunjung Blog Anda Dalam Semalam."

9. "Ribuan Orang Membaca Blog Saya, Meskipun Awalnya Mereka Menertawakannya."

10. "Peringatan: 2 Dari 3 Blogger Hanya Menjadi Blogger Biasa."

11. "Beri Saya 30 Menit Dan Saya Akan Membuat Anda Kaya Dengan Blog Pribadi Anda."

12. "20 Cara Membuat Judul Artikel Yang PASTI Dibaca."

------------------------------------------------------------------

Selain untuk judul posting artikel di blog, formula judul diatas juga bisa Anda adopsi untuk keperluan penulisan judul sales letter (jika memang Anda ingin membuat sales letter untuk menjual produk atau layanan tertentu) dan juga judul artikel di situs social bookmarking semacam Digg ataupun Lintas Berita. Dengan judul yang "begitu menggoda", tentu semakin besar kemungkinan artikel Anda akan dibaca dan blog Anda akan dikunjungi oleh lebih banyak orang.

Bagaimana menurut Anda? Saya juga baru belajar lho. Saya senang sekali jika Anda mau berbagi tentang teknik-teknik penulisan judul artikel ala teori copywriting ini. Saya tunggu komentarnya. :)

Sekedar ingin berbagi saja.

(Gambar diambil dari XblArcade.com)

Medhy Aginta

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel Blogguebo.com secara gratis melalui email:


Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Copywriting Untuk Blog Anda
Jalan Pintas Belajar Ngeblog
Jalan Pintas Belajar SEO

Tips Menulis Artikel Wawancara Untuk Blog Anda


"Saya pernah mencoba mewawancarai blogger ataupun owner situs yg terhitung beken, tapi selalu gagal. Boleh diajarin caranya dong, Mas Medhy."

Kutipan diatas disampaikan oleh Mas Eko Nurhuda ketika memberikan komentar di artikel "Wawancara Eksklusif Bersama Tim Lintas Berita: "Kami Mendukung Komunitas Blogger Indonesia" di blog ini beberapa hari yang lalu.

Kebetulan saya memiliki sedikit pengalaman mewawancarai beberapa blogger terkemuka dunia seperti Jeremy "Shoemoney" Schoemaker, Yaro Starak, Chris Garrett, John Cow dan Skellie Wag di blog ini.


Nah, jika Anda ingin tahu (serba sedikit) tentang bagaimana tips-tips merencanakan, mempersiapkan, menulis dan menindaklanjuti sebuah sesi wawancara untuk blog Anda, barangkali dua artikel bagus di blog ini bisa menjadi rujukan.


Silahkan simak artikel-artikel ini:

Behind The Interview Series:
Tips Membuat Seri Wawancara Sebagai Pillar Article (Seri 1)

Behind The Interview Series:
Tips Membuat Seri Wawancara Sebagai Pillar Article (Seri 2)

Sekedar ingin berbagi. Semoga bermanfaat. :)

(Gambar diambil dari Mucahede.com)

Medhy Aginta Hidayat

Artikel ini bermanfaat untuk Anda? Klik disini untuk berlangganan Blogguebo.

Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Seri Wawancara: Wawancara Eksklusif Bersama Jeremy "Shoemoney" Schoemaker
Seri Wawancara: Wawancara Eksklusif Bersama Yaro Starak
Seri Wawancara: Wawancara Eksklusif Bersama Chris Garrett

5 Tips Cerdas Menulis Dengan Bernas


Kemarin saya membaca sebuah posting menarik. Saya lupa nama blog-nya. Isinya sederhana. Soal menulis pendek-pendek.

Menulis dengan bernas.

Intinya, jangan berpanjang lebar dalam menulis. Menulislah dengan hemat dan ringkas. Bagi blogger, hal ini penting.

Saya setuju. Kalimat pendek tidak harus kosong. Apalagi tanpa arti. Kalimat panjang juga bukan jaminan kejelasan. Seringkali, kalimat panjang malah membingungkan. Satu hal, ia membuktikan ketidakcakapan berbahasa. Hal lain, ia melelahkan pembaca. Tambahan, ia menghabiskan halaman.

Kebiasaan menulis pendek-pendek bisa diasah. Tidak sulit. Asal mau belajar. Asal tekun mencoba. Jika sudah terbiasa, menulis menjadi mengasyikkan.

Pertama, cobalah menulis seperti biasa. Jangan pikirkan panjang-pendek kalimat. Lebih penting ada hasrat menulis menyala-nyala. Dengan begitu tulisan akan mengalir lancar.

Kedua, menulislah soal yang kita tahu. Jangan sok pintar. Jangan sok jagoan. Setiap orang punya porsi kecakapan. Tidak perlu memaksakan diri. Paling bagus menulis dari pengalaman sendiri. Setiap orang punya pengalaman hidup, bukan?

Ketiga, sekarang suntinglah tulisan tersebut. Mulai dari kalimat pertama hingga terakhir. Cobalah menemukan kata pengganti untuk frase. Ingat, kata. Kata adalah unsur terkecil penyusun kalimat. Usahakan setiap kalimat terdiri 6 kata. Tidak lebih. Babat semua kata yang tidak perlu. Suntinglah dengan kejam. Jika perlu ubah struktur kalimat. Tidak masalah asal makna tidak berubah. Lakukan hingga kalimat penutup.

Keempat, bacalah lagi hasil suntingan tersebut. Sudah enakkah dibaca? Masih kakukah rasanya? Ada kata yang hilangkah disana? Teliti satu per satu setiap kalimat. Jangan ada yang terlewat. Jika mungkin, sunting lagi tulisan tersebut. Cobalah perhalus. Ini penting, agar tulisan tidak kering.

Kelima, lakukan latihan ini sesering mungkin.

Itu saja.

Menulis dengan bernas bisa dikuasai siapapun. Tidak peduli apa pendidikannya. Tidak peduli apa pekerjaannya. Juga tidak peduli apa ragam tulisannya. Kuncinya satu: berlatih.

Saya juga berlatih menulis dengan bernas. Tidak percaya? Coba cermati tulisan ini. Coba hitung jumlah kata setiap kalimat.

Setiap kalimat maksimal 6 kata.

(Gambar diambil dari TransformationalTools.com)

Medhy Aginta Hidayat

P.S: Artikel ini merupakan re-posting dengan beberapa perubahan dari artikel dalam arsip lama Blogguebo. Silahkan klik disini untuk membaca artikel aslinya. :)

Artikel ini bermanfaat untuk Anda?
Klik disini untuk berlangganan Blogguebo.

Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Menulis Itu Mudah
Tips Membuat Seri Wawancara Sebagai Pillar Article (Seri 1)
Tips Membuat Seri Wawancara Sebagai Pillar Article (Seri 2)

Menjadi Blogger Produktif: 12 Tips Praktis


Pernahkah Anda merasa tidak punya waktu lagi untuk menulis di blog Anda? Pernahkah Anda merasa kesulitan mengatur waktu diantara aktivitas blogging dan kesibukan yang lain? Pernahkah Anda merasa terganggu dan terpecah konsentrasi ketika asyik menulis untuk blog Anda? Dan pernahkah Anda merasa tidak produktif (dan tidak menghasilkan apa-apa) setelah selama berbulan-bulan menggeluti dunia blogging?

Ya, salah satu tantangan terbesar jika Anda ingin serius menekuni dunia blogging dan make money from blog adalah kemampuan untuk mengatur waktu dengan efektif dan efisien. Banyak blogger yang akhirnya berhenti menulis di blognya beberapa bulan setelah ia mengenal dunia blogging hanya karena gagal mengatur waktu dengan baik (tentu juga selain karena faktor tidak adanya motivasi yang cukup jelas untuk menekuni dunia blogging).

Jujur saja, saya pun masih harus berjuang mengelola waktu dengan lebih baik. Namun dengan berjalannya waktu, perlahan saya semakin mampu mengatur waktu dengan lebih baik. Caranya? Dengan melakukan beberapa hal praktis dan sederhana (ya, benar-benar praktis dan sederhana kok) yang ternyata terbukti meningkatkan produktivitas saya, setidaknya jika diukur dari keajegan dan jumlah posting di blog ini.

Di bawah ini adalah 12 tips praktis dan sederhana yang terbukti meningkatkan produktivitas saya sebagai blogger.

12 Tips Praktis Menjadi Blogger Yang Produktif

1. Buat jadwal posting harian dan mingguan.
2. Posting yang pertama, komentar yang kedua, dan blog walking yang ketiga.
3. Fokus terutama pada niche dan minat Anda.
4. Membaca email HANYA di pagi hari dan sebelum mematikan komputer.
5. Hanya membaca dan membalas email yang benar-benar perlu.
6. Cek semua stats dan earnings HANYA sekali sehari.
7. Mulailah membaca blog favorit Anda HANYA melalui RSS.
8. Bawa buku catatan kecil dan pena kemanapun Anda pergi.
9. Buat tenggat waktu maksimal 2 jam untuk menulis satu posting.
10. Gunakan sebagian besar waktu untuk BERPIKIR tentang ide-ide blogging.
11. Tetap berpikiran positif apapun yang terjadi.
12. Lakukan semuanya dengan gembira!

Menjadi blogger yang produktif adalah pilihan. Namun jika Anda benar-benar ingin serius menekuni dunia blogging dan make money from blog, pilihan itu menjadi sesuatu yang tidak bisa Anda elakkan. Dengan menjadi produktif (serta tentu saja efektif dan efisien), jalan untuk mewujudkan tujuan Anda mendulang uang melalui internet akan semakin terbuka lebar.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips-tips lain yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas Anda? Senang sekali kalau saya boleh mendengarnya. :)

Have a nice productive day!

(Gambar diambil dari VirtualAssistant.cc)

Medhy Aginta Hidayat

Artikel ini bermanfaat untuk Anda? Klik disini untuk berlangganan Blogguebo.

Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
5 Tips Sukses Menjadi Blogger Paruh Waktu
Skribit: Topik Apa Yang Anda Inginkan?
Traffic Juga Manusia: 5 Tips Memikat Pengunjung Blog Anda

Behind The Interview Series: Tips Membuat Seri Wawancara Sebagai Pillar Article (Seri 2)


Pengantar:
Beberapa waktu yang lalu Blogguebo.com menampilkan seri wawancara eksklusif bersama sejumlah blogger profesional, baik dari dalam maupun luar negeri, mengenai topik blogging, blogging business dan make money from blog. Kurang lebih 7 seri wawancara (bersama Jeremy "Shoemoney", Yaro Starak, John Cow, Skellie Wag, Chris Garret, Budi Putra dan Jacky Supit) telah ditampilkan di blog ini. Alhamdulillah, seri wawancara tersebut ternyata mendapatkan tanggapan cukup positif dari pembaca Blogguebo.com.

Kali ini saya ingin sekedar berbagi tips mengenai bagaimana merencanakan sebuah seri wawancara dan membuat seri wawancara sebagai artikel pilar untuk blog Anda. Barangkali tips sederhana membuat seri wawancara berikut bisa menjadi ide membangun fondasi artikel pilar untuk blog Anda.

Agar tidak kepanjangan, seri artikel ini insyaallah akan terdiri dari dua bagian:

1. Keuntungan Membuat Seri Wawancara Untuk Blog Anda
2. Behind The Story: Tips Dibalik Seri Wawancara Eksklusif Blogguebo.com

Selamat membaca bagian kedua seri artikel ini. Mohon maaf, posting kali ini agak panjang. Semoga bermanfaat. :)

2. Behind The Story: Tips Dibalik Seri Wawancara Eksklusif Blogguebo.com
Seri wawancara eksklusif Blogguebo.com sebenarnya berawal dari ide sederhana: saya ingin tahu bagaimana pendapat blogger-blogger profesional tentang peluang mendulang uang melalui blog-blog berbahasa Indonesia. Awalnya hanya blog berbahasa Indonesia. Ide ini kemudian berkembang untuk tidak hanya membatasi blog berbahasa Indonesia, namun blog yang tidak berbahasa Inggris (non-English blog). Dari situ responden wawancara kemudian juga berkembang tidak hanya melibatkan blogger Indonesia, namun juga blogger luar negeri.

Dibawah ini langkah-langkah untuk membuat sebuah seri wawancara:

a. Merencanakan topik
Gampangnya, apa yang ingin Anda dapatkan dari seri wawancara yang akan Anda buat? Topik seri wawancara akan menentukan pertanyaan yang harus Anda buat dan responden yang akan Anda wawancarai. Untuk kasus seri wawancara eksklusif Blogguebo.com, topik yang saya pilih adalah bagaimana peluang blog-blog yang tidak berbahasa Inggris untuk mendulang uang melalui bisnis online.

b. Membuat draft pertanyaan
Setelah menentukan topik, langkah berikutnya adalah membuat draft pertanyaan wawancara sesuai topik yang Anda pilih. Untuk kasus seri wawancara eksklusif Blogguebo.com, draft pertanyaan adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pendapat Anda tentang dunia blogging dan make money from blogging di Indonesia di tahun 2008 ini? Membaik? Stag? Tambah kacau?
2. Bagaimana dengan realitas blog-blog non-English (berbahasa Indonesia)? Bagaimana prospeknya di tahun 2008 ini? Bisakah merebut kue iklan yang mayoritas berbahasa Inggris? Apa strateginya?
3. Apa sebenarnya kelebihan blog berbahasa Indonesia dibanding blog berbahasa Inggris berkaitan dengan topik make money from blog?
4. Apa kekurangannya?
5. Apa peluang terbesar blog-blog berbahasa Indonesia untuk mendapatkan kue iklan online?
6. Bicara soal niche, sebenarnya niche apa yang cukup menjanjikan untuk blog berbahasa Indonesia?
7. Bagaimana dengan blog-blog pribadi? Bisakah ikut terjun dalam dunia make money from blogging ini? Kira-kira bagaimana monetisasinya?
8. Diantara program-program ini, Google Adsense dan PPC Ads, Affiliate Programs, Paid to Click, Paid to Review, Independent Ads, Others - kira-kira urutannya mana yang paling menjanjikan untuk blog-blog di tahun 2008? Alasannya apa?
9. Apakah Anda setuju blogger Indonesia harus berusaha keras menulis blog dalam bahasa Inggris?
10. Apakah justru fokus dengan blog berbahasa Indonesia dan mulai menemukan ceruk pembaca sendiri?
11. Apa saran/masukan/nasehat Anda untuk blogger Indonesia yang ingin sukses di dunia make money from blogging?
12. Satu kata untuk menggambarkan kondisi bisnis online (khususnya blogosphere) di tahun 2008 ini?

Karena responden wawancara juga melibatkan blogger luar negeri, daftar pertanyaan ini kemudian saya terjemahkan (dengan beberapa penyesuaian) ke dalam bahasa Inggris seperti dibawah ini:

1. What do you think about non-English blogs in general?
2. Do you think non-English blogs have a good prospect in the online business realm?
3. What are the most advantages of non-English blogs compared with English blogs in the online business realm?
4. What are the obstacles or constraints?
5. What opportunities are mostly suit for non-English blogs?
6. What niche theme mostly fit for non-English blogs?
7. While most online ads are in English, what are the non-English blogs have to do to get the cake?
8. Among these programs: Google Adsense and PPC Ads, Affiliate Programs, PTC/PTR, Independent Ads - which one will give more opportunity for non-English blogs?
9. Do you think non-English speaker bloggers should push themselves to write post in English?
10. Do you have or may consider running any new project specifically addressed for non-English blogs?
11. What's your advice for non-English speaker bloggers in order to keep survive in the online business realm?
12. One word about blogging in 2008?

d. Merencanakan responden yang akan diwawancarai
Langkah selanjutnya adalah merencanakan responden yang akan diwawancarai. Usahakan responden yang akan Anda wawancarai adalah mereka yang tahu benar topik wawancara yang Anda buat. Akan lebih baik lagi jika responden Anda adalah orang yang benar-benar memiliki otoritas di bidang atau niche yang Anda pilih. Untuk kasus seri wawancara eksklusif Blogguebo.com, berikut adalah daftar responden yang saya hubungi:

Blogger Indonesia:
1. Cosa Aranda
2. Budi Putra
3. Isnaini
4. Jacky Supit
5. Dwi Hermawanto

Blogger luar negeri:
1. Darren Rowse
2. Jeremy "Shoemoney"
3. John Cow
4. Maki "Dosh Dosh"
5. Yaro Starak
6. Skellie Wag
7. Chris Garret
8. John Cow
9. Tim Carter

Sayangnya, karena kesibukan yang tidak mungkin ditinggalkan, beberapa blogger yang saya hubungi akhirnya tidak bisa terlibat dalam seri wawancara eksklusif Blogguebo.com. Semoga lain kali bisa terlibat. :)

e. Menghubungi responden
Setelah menentukan responden yang akan diwawancarai, langkah selanjutnya adalah menghubungi yang bersangkutan melalui email. Alamat email bisa Anda dapatkan pada halaman "Kontak" di blog responden yang hendak Anda wawancarai. Pesan saya, jangan takut menghubungi calon responden Anda meskipun Anda tidak dikenal oleh yang bersangkutan. Kuncinya, pergunakanlah bahasa yang sopan, perkenalkan diri Anda dan to the point ke tujuan Anda untuk meminta wawancara via email.

Berikut adalah contoh format email sederhana yang saya kirimkan kepada responden seri wawancara Blogguebo.com dan bisa Anda pergunakan sebagai bahan rujukan:

(email untuk Mas Budi Putra, dalam bahasa Indonesia)
-----------------------------
Salam,

Mas Budi, sebelumnya perkenalkan nama saya Medhy. Saya mahasiswa Indonesia yang kebetulan sedang belajar di Kyoto, Jepang.

Saya sedang membuat seri wawancara kepada sejumlah blogger profesional mengenai prospek dunia blogging, khususnya untuk non-English blog di tahun 2008, yang akan saya tampilkan di blog saya, Blogguebo.

Kalau Mas Budi berkenan, saya ingin minta waktu wawancara via email seputar dunia blogging, blogging business dan make money from blogging di Indonesia di tahun 2008. Beberapa nama yang sudah bersedia dan memberikan jawabannya, dari Indonesia diantaranya Jacky Supit. Dari luar negeri diantaranya adalah Jeremy Shoemoney, John Cow dan Yaro Starak. Beberapa nama yang lain seperti Chris Garret dan Skellie Wag sudah memberikan konfirmasi namun belum mengirimkan jawaban wawancara mereka. Saya juga masih mencoba menghubungi beberapa blogger profesional yang lain.

Jika Mas Budi berkenan untuk terlibat dalam seri wawancara ini (harapannya mau terlibat, hehehe), saya akan mengirimkan pertanyaannya segera. Tinggal pencet tombol "Send" saja. :)

Terima kasih banyak sebelumnya, Mas Budi. Saya tunggu balasannya.

Regards,
Medhy Aginta
--------------------------------------

(email untuk Jeremy "Shoemoney", dalam bahasa Inggris)
-------------------------
Hi Jeremy,

Firstly, let me introduce my self. My name's Medhy. I'm an Indonesian now living in Kyoto, Japan for study.

I'm maintaining an Indonesian language blog which mainly focus on blogging and
online business. I plan to make a series articles of interviews with some professional bloggers about the prospect of non-English blogs in the online business realm. I found this topic rarely discussed by any professional bloggers anywhere in the world. The series will be in English, but I will also translate them into Indonesian language.

By this email I would like to ask you as a person who will be interviewed for the series.

I will send you the questions by email once you said yes for my request.

If you do not mind, I really hope that you will agree to participate in the series. :)

Thank you very much, Jeremy.

With love from Indonesia,
Medhy Aginta
---------------------------------

Dari email awal ini berikut adalah jawaban yang saya peroleh:
1. Cosa Aranda: "Wah, biasanya aku yang mewawancarai orang. Sekarang mau diwawancarai. :) Oke deh, kirim aja pertanyaannya." (saya juga menghubungi Mas Cosa lewat YM, selain lewat email. Sayangnya, karena saat itu Mas Cosa sedang mempersiapkan peluncuran CosaAranda.biz, akhirnya beliau tidak bisa terlibat dalam seri wawancara Blogguebo).
2. Budi Putra: "Silahkan dikirim pertanyaannya. Thx. Rgds, BP."
3. Isnaini: "Silahkan dikirim pertanyaannya. Isnaini." (saya menghubungi Mas Isnaini lewat contact form di blog beliau. Sayangnya, karena saat itu Mas Isnaini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Bali Boot Camp dan pulang ke Lombok, akhirnya beliau tidak bisa terlibat dalam seri wawancara Blogguebo).
4. Jacky Supit: "Oh tentu saja. Seharusnya, ngga usah pake bertanya segala, cukup langsung kirimkan pertanyaannya jadi bisa langsung dijawab :) Thanks. Jacky."
5. Dwi Hermawanto: (saya menghubungi Mas Pogung melalui kolom komentar di blognya. Sayangnya saya tidak mendapatkan jawaban dari Mas Pogung. Barangkali beliau sedang sibuk saat itu).
6. Darren Rowse: "Hi Medhy - Thanks for the email. Unfortunately at this point I'm incredibly busy and won't be able to do the interview. I would like to at some point in the future though - it's just that things are pretty crazy at the moment. Sorry. Darren" (seperti jawaban emailnya, sayang sekali, Darren akhirnya tidak bisa terlibat dalam seri wawancara Blogguebo).
7. Jeremy "Shoemoney": "Sure fire away. Jeremy."
8. John Cow: "Sure, send on the questions. John."
9. Maki "Dosh Dosh": "Hi Medhy. Thanks for your email. Sure... you can send me the questions and I'll send them back to you. :) 'Cheers. Maki." (sayangnya Maki akhirnya tidak bisa terlibat juga dalam seri wawancara Blogguebo).
10. Yaro Starak: "Hello Medhy. Please email your questions through to support@blogmastermind.com and I will attend to them when I can. If you want a quicker response, don't send too many questions :) Cheers, Yaro."
11. Skellie Wag: "Hi Medhy. I'd be happy to answer the questions, but if would be good if there aren't too many. :-) Otherwise I will talk too much, hehe. Skellie."
12. Chris Garret: "Sure just send me the questions. Not sure what I can say about non-English blogs though as I only understand English :) Chris Garret."
13. John Chow: (saya menghubungi John Chow via email namun sayangnya saya tidak mendapatkan jawaban dari John Chow. Barangkali sedang sibuk saat itu).
14. Tim Carter: "Medhy. I am honored by this request, but wonder if you have the wrong person. I am not a blogger....... You say below, ".... I plan to make a series articles of interviews with some professional bloggers.....". So why would you want to talk to me? TC." (hehehe, benar juga. Seperti jawaban emailnya, Tim bukanlah seorang blogger. Jadi wajar kalau dia tidak bisa terlibat seri wawancara Blogguebo).

Setelah mendapatkan persetujuan, langkah selanjutnya adalah mengirimkan daftar pertanyaan yang sudah Anda buat dan tunggu balasannya.

f. Menampilkan hasil wawancara
Setelah menerima jawaban hasil wawancara, langkah selanjutnya adalah menampilkan hasil wawancara di blog Anda. Jangan lupa memberi tautan link kepada responden yang Anda wawancarai. Semakin bagus pertanyaan yang Anda ajukan, semakin besar pula potensi jawaban hasil wawancara Anda bisa menjadi artikel pilar yang bagus untuk blog Anda.

g. Menyampaikan hasil wawancara kepada responden yang Anda wawancarai
Setelah menampilkan hasil wawancara di blog Anda, jangan lupa menghubungi kembali responden yang Anda wawancarai. Sampaikan terima kasih atas kesediaannya memberikan jawaban wawancara Anda dan tawarkan jika ia ingin membaca hasil wawancara di blog Anda.

Sekarang Anda telah memiliki sebuah seri artikel pilar hasil wawancara yang akan menjadi salah satu penyangga konten blog Anda. Dan yang pasti artikel pilar hasil wawancara ini Anda dapatkan secara gratis tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda ingin mencoba membuat seri wawancara sebagai artikel pilar untuk blog Anda?

Semoga bermanfaat.

(Gambar diambil dari Mucahede.com)

Medhy Aginta Hidayat

Artikel ini bermanfaat untuk Anda? Klik disini untuk berlangganan Blogguebo.

Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Behind The Interview: Tips Membuat Seri wawancara Sebagai Pillar Article (Seri 1)
Seri Wawancara: Wawancara Eksklusif Bersama Jeremy "Shoemoney" Schoemaker
Seri Wawancara: Wawancara Eksklusif Bersama Yaro Starak

Behind The Interview Series: Tips Membuat Seri Wawancara Sebagai Pillar Article (Seri 1)


Pengantar:
Beberapa waktu yang lalu Blogguebo.com menampilkan seri wawancara eksklusif bersama sejumlah blogger profesional, baik dari dalam maupun luar negeri, mengenai topik blogging, blogging business dan make money from blog. Kurang lebih 7 seri wawancara (bersama Jeremy "Shoemoney", Yaro Starak, John Cow, Skellie Wag, Chris Garret, Budi Putra dan Jacky Supit) telah ditampilkan di blog ini. Alhamdulillah, seri wawancara tersebut ternyata mendapatkan tanggapan cukup positif dari pembaca Blogguebo.com.

Kali ini saya ingin sekedar berbagi tips mengenai bagaimana merencanakan sebuah seri wawancara dan membuat seri wawancara sebagai artikel pilar untuk blog Anda. Barangkali tips sederhana membuat seri wawancara berikut bisa menjadi ide membangun fondasi artikel pilar untuk blog Anda.

Agar tidak kepanjangan, seri artikel ini insyaallah akan terdiri dari dua bagian:

1. Keuntungan Membuat Seri Wawancara Untuk Blog Anda
2. Behind The Story: Tips Dibalik Seri Wawancara Eksklusif Blogguebo.com

Selamat membaca bagian pertama seri artikel ini. Semoga bermanfaat. :)

1. Keuntungan Membuat Seri Wawancara Untuk Blog Anda
Seri wawancara sebenarnya tidak jauh berbeda dengan seri artikel. Keduanya mengandaikan serangkaian posting mengenai satu topik tertentu. Bedanya, jika seri artikel memuat tulisan Anda tentang topik tertentu, seri wawancara memuat hasil wawancara yang secara khusus dibuat dengan topik tertentu. Dengan kata lain, dengan seri wawancara Anda tidak perlu menulis sendiri konten blog Anda. Terlepas dari sejumlah tantangan yang ada untuk membuat sebuah seri wawancara, ada beberapa keuntungan yang cukup berharga untuk Anda pertimbangkan jika Anda ingin membangun fondasi dasar blog Anda. Beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan membuat seri wawancara untuk blog Anda adalah sebagai berikut:

a. Menciptakan Artikel Pilar
Artikel pilar (pillar article) adalah istilah yang pertama kali diciptakan oleh Yaro Starak, seorang blogger professional asal Australia, untuk menjelaskan suatu jenis artikel yang berfungsi sebagai konten utama blog, biasanya ditulis dengan mendalam, merupakan artikel rujukan/referensi, tidak terpengaruh waktu (bisa dibaca kapan saja), memiliki potensi menarik traffic dan mendapatkan link dari blog lain. Beberapa istilah dengan makna yang sama dengan pillar article diantaranya adalah flagship content (Chris Garret) dan cornerstone content (Brian Clark). Dengan membuat seri wawancara yang memenuhi sifat-sifat diatas, Anda bisa menciptakan artikel pilar yang akan menyangga konten blog Anda di masa depan. Bagi saya pribadi, setidaknya demikianlah yang terjadi dengan seri wawancara eksklusif Blogguebo.com yang saya buat beberapa waktu yang lalu.

b. Mendapatkan Konten Secara "Gratis"
Salah satu keuntungan terbesar membuat seri wawancara adalah Anda mendapatkan konten untuk blog Anda secara gratis. Ya, Anda benar-benar tidak perlu membayar untuk mendapatkan konten yang berkualitas. Bayangkan berapa uang yang harus saya bayar seandainya saya meminta seorang Jeremy "Shoemoney" atau Yaro Starak untuk menulis artikel di blog ini? Dengan mewawancarainya, saya bisa mendapatkan konten blog yang berkualitas tanpa perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Namun demikian, tentu saja harus dicatat bahwa Anda tidak mungkin memenuhi konten blog Anda seluruhnya dengan hasil wawancara. Konten pilar berdasarkan hasil wawancara tetap harus Anda batasi. Konten orisinal Anda sendiri tentu tetap lebih penting.

c. Memberi Sudut Pandang Baru Bagi Pembaca Blog Anda
Dengan membuat seri wawancara, Anda memberi ruang bagi para pembaca blog Anda untuk mendapatkan sudut pandang baru mengenai suatu topik. Bisa jadi responden yang Anda wawancarai memiliki pandangan baru atau berbeda atau bahkan bertentangan dengan pandangan Anda. Biarkan sudut pandang yang berbeda ini memberi warna konten blog Anda. Beri kesempatan pembaca blog Anda untuk memperluas perspektif mengenai suatu topik. Jangan merasa diri paling benar dan juga jangan takut kehilangan pembaca yang berbeda pandangan dengan Anda. Terakhir, seri wawancara juga bisa menghindarkan pembaca blog Anda agar tidak merasa bosan kepada Anda. :)

d. Membangun Relasi Dengan Tokoh Yang Anda Wawancarai
Membuat seri wawancara juga akan memberikan keuntungan jangka panjang berupa hubungan yang baik dengan responden yang Anda wawancarai. Bukan tidak mungkin jika suatu saat Anda membutuhkan opini atau pandangannya mengenai suatu topik, Anda bisa dengan lebih mudah menghubungi responden Anda lagi. Secara pribadi, saya sendiri masih sering mengirimkan email kepada Yaro Starak untuk sekedar menanyakan sesuatu hal yang saya tidak tahu. Jika beruntung, seringkali hubungan selepas wawancara yang Anda lakukan ini bahkan berlanjut menjadi kerjasama atau blog networking bagi kedua belah pihak. Siapa tahu Anda diajak bekerjasama oleh tokoh yang Anda wawancarai di niche yang Anda pilih.

e. Membangun Kredibilitas Anda
Keuntungan tidak langsung dari membuat seri wawancara di blog Anda adalah mendapatkan dukungan atas kredibilitas Anda di niche yang Anda tekuni. Mendapatkan kesempatan mewawancarai seorang tokoh yang disegani di niche yang Anda pilih akan memberi nilai tambah bagi diri Anda sendiri dan blog Anda. Secara tidak langsung, Anda menerima "efek tetesan" otoritas dari responden yang Anda wawancarai. Dengan terus berusaha menulis konten blog yang berkualitas setelah membuat seri wawancara, bukan tidak mungkin kredibilitas yang Anda dapatkan dari "efek tetesan" ini akan bertahan lama.

Barangkali itulah 5 keuntungan terbesar membuat seri wawancara di blog Anda. Jika Anda tertarik dan percaya bahwa membuat seri wawancara akan memberi keuntungan untuk blog Anda, kenapa tidak mencoba memulai membuat seri wawancara sederhana tentang sebuah topik di blog Anda?

Bagaimana menurut Anda?

Posting berikutnya akan mengulas kisah dibalik seri wawancara eksklusif Blogguebo.com. Artikel ini akan memaparkan bagaimana cara mendapatkan kontak dengan blogger-blogger yang hendak kita wawancarai, bagaimana merencanakan materi wawancara hingga bagaimana melakukan follow up setelah wawancara selesai dilakukan. Juga akan saya kutipkan email-email awal yang saya kirimkan kepada para responden seri wawancara eksklusif Blogguebo.com.

Semoga bermanfaat. :)

(Gambar diambil dari Mucahede.com)

Medhy Aginta Hidayat

Artikel ini bermanfaat untuk Anda? Klik disini untuk berlangganan Blogguebo.

Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Seri Wawancara: Wawancara Eksklusif Bersama Jeremy "Shoemoney" Schoemaker
Seri Wawancara: Wawancara Eksklusif Bersama Yaro Starak
Seri Wawancara: Wawancara Eksklusif Bersama Budi Putra

Bahasa Inggris versus Bahasa Indonesia: Pilih Mana?


Jika diminta memilih, Anda lebih suka menulis blog dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris?

Jawabannya hampir bisa ditebak: bahasa Indonesia.

Ya, masuk akal. Bahasa Indonesia adalah bahasa ibu kita. Bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Bahasa yang kita kenal sejak kecil. Menulis dalam bahasa ibu kita sendiri tentu bukan sesuatu yang sulit.

Bahasa Inggris, di lain pihak, adalah bahasa asing. Bahasa yang hanya kita "pelajari" di sekolah. Bahasa yang berjarak teramat jauh dari keseharian kita.

Persoalan muncul ketika pertanyaan sedikit diubah: Jika Anda harus menulis blog demi tujuan mendulang uang lewat internet, bahasa apakah yang Anda pilih?

Jawabannya berbeda: bahasa Inggris.

Dan inipun masuk akal. Pertama, sebagian besar program pendulang uang melalui internet saat ini hanya menerima blog-blog berbahasa Inggris (silahkan klik disini link dari Internet World Stats 2007 untuk melihat dominannya negara-negara English-speaking country). Kedua, sebagian besar pemakai internet (dan sekaligus konsumen produknya) saat ini adalah penduduk negara-negara berbahasa Inggris (silahkan klik disini link dari Internet World Stats 2007 ini).

Dilematis?

Menulis dalam bahasa Indonesia, tidak akan pernah maksimal merasakan pundi-pundi dollar masuk ke kantong kita. Menulis dalam bahasa Inggris, bisa mati berdiri. Hehehe.

Ketika dipaksa harus menulis dalam bahasa yang bukan bahasa ibu kita, apa pilihannya? Hehehe. Ya, copy-paste. Sebagian karena terpaksa, sebagian yang lain karena malas.

Tetapi memaksakan diri menulis dalam bahasa Inggris demi tujuan mendulang dollar sementara kemampuan grammar masih nol besar, bagi saya, tidak akan memberikan imbalan maksimal.

Sampai kapan mau copy-paste? Sampai kapan mau membohongi diri sendiri?

Saya sendiri yakin suatu saat blog-blog berbahasa Indonesia akan punya daya tawar tersendiri di komunitas internasional. Sekedar informasi, pengguna internet di Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-14 di seluruh dunia, dibawah Kanada dan diatas Australia (silahkan klik disini link dari Internet World Stats 2007 ini). Di Asia, Indonesia menduduki peringkat ke-5 setelah China, Jepang, India dan Korea Selatan (silahkan klik disini link dari Internet World Stats 2007 ini).

Jumlah penduduk Indonesia adalah pangsa pasar yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk nomor empat di dunia, dibawah Amerika, India dan China (silahkan klik disini link dari Internet World Stats 2007 ini).

Barangkali yang mendesak kita lakukan sekarang adalah: pertama, memperbanyak jumlah blogger di Indonesia sehingga diperhitungkan di komunitas internasional dan menarik semakin banyak pemasang iklan di pasar Indonesia (salah satu tujuannya agar Google Adsense men-support bahasa Indonesia); kedua, menulis blog dengan bahasa Indonesia yang "enak dibaca" (baik dan benar sesuai EYD, belum tentu enak dibaca bukan?) sehingga semakin banyak orang yang tertarik membaca blog; ketiga, bertanggung jawab sebagai blogger Indonesia yang membawa nama baik Indonesia di dunia internasional (jangan bikin masalah dengan mass invalid click atau phishing).

Wah, lha kok jadi serius begini. Hehehe.

Intinya saya mau bilang: nge-blog-lah dengan cinta. Jangan diperbudak oleh apapun. Jangan copy-paste jika memang sulit menulis dalam bahasa Inggris. Tidak perlu membohongi diri sendiri.

"Mari menulis blog dengan cinta (dalam bahasa Indonesia)."

Disclaimer: Sampai hari ini, Blogguebo (masih) merupakan blog pribadi. Apa yang tertulis di posting ini adalah pandangan pribadi. Jadi sebelum keduluan, dilarang protes. Hehehe.

(Gambar diambil dari Internet World Stats 2007)

Medhy Aginta Hidayat

Tulisan yang relevan dengan posting ini:
"Klik Klik Klik Dapat Duit?"
Memulai Bisnis Online?
Monetisasi Blog Anda: (1) Program Paid-to-Write

Menulis Itu Mudah


Menulis itu mudah. Banyak ide di sekeliling kita yang bisa menjadi bahan tulisan.

Menjaga ritme menulis secara ajeg itu yang susah.

Saya harus jujur mengakui betapa hebat para blogger yang rajin mem-posting tulisan di blog mereka. Mereka menulis secara teratur. Mereka rutin meng-update isi blog. Malah ada yang mem-posting secara harian. Benar-benar seperti menulis diary. Diary, sesuai artinya ditulis secara harian. Meskipun isinya ringan, pendek-pendek, tetapi kekuatan menjaga ritme menulis harian sungguh patut diacungi jempol.

Salah satu kekuatan blog adalah newness. Apalah artinya blog berdesain bagus jika tulisannya itu-itu saja.

Basbang. Basi banget.

Blogger baru biasanya bersemangat menulis. Mungkin karena blog dianggap semacam mainan baru. Seperti kanak-kanak, ketika memiliki mainan baru ia akan membawanya kemanapun pergi. Bahkan ketika tidur. Ia juga akan berusaha memamerkannya kepada setiap teman bermainnya. Namun begitu rasa bosan mulai muncul, mainan inipun ditinggalkan. Seperti mainan, blog pun ditinggalkan.

Blog tidak lagi ditengok.

Blog dilupakan.

Itulah kenapa muncul pendapat blog hanyalah trend, fenomena sesaat, yang tidak akan berumur panjang.

Apa yang harus dilakukan agar blog panjang umur?

Terus menulis. Menulis sebenarnya mudah. Dan tidak perlu dipersulit. Yang lebih penting sebenarnya adalah hasrat menyala-nyala untuk menuangkan isi pikiran. Kebetulan saja jika bentuknya adalah tulisan. Jika ada hasrat menyala-nyala untuk bercerita tentang apa yang kita pikirkan, menulis akan mengalir begitu saja. Namun jika hasrat ini tidak ada, bahkan mencontek tulisan orang lainpun akan menjadi sesuatu yang sungguh terasa menyiksa.
Adakah tips mudah agar bisa terus menulis di blog?

Banyak membaca buku.

Bukan.
Tips paling mudah untuk terus mem-posting tulisan di blog adalah dengan menuliskan kegiatan sehari-hari. Bolehlah disebut blogdiary.

Setiap orang pasti memiliki catatan aktivitas harian. Menulis pengalaman sehari-hari relatif tidak membutuhkan kecakapan khusus. Juga tidak membutuhkan pengetahuan akan bidang ilmu khusus. Asal bisa menulis. Seorang mahasiswa pasti bisa menulis aktivitas sehari-harinya di kampus. Seorang pegawai kantoran pasti punya cerita di kantor tempat ia bekerja. Demikian halnya seorang sopir, dokter, penjual jamu, tentara, guru, ibu rumah tangga atau bahkan artis sinetron, pasti memiliki bahan menarik dari kehidupan sehari-hari yang bisa dituliskan. Justru kehidupan setiap orang dengan keunikan dunianya masing-masing menjadi kekuatan isi sebuah blog. Para pembacanya bisa tahu sisi intim si pemilik blog.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bisa menulis.

Mari mulai menulis dari yang paling mudah: kehidupan sehari-hari kita.

Ingat, kehidupan sehari-hari. Bukan kehidupan mingguan, bulanan atau malah tahunan.

Medhy Aginta Hidayat

Artikel ini bermanfaat untuk Anda? Klik disini untuk berlangganan Blogguebo.

Menulis Dengan Bernas


Kemarin saya baca sebuah posting menarik. Saya lupa nama blog-nya. Isinya sederhana. Soal menulis pendek-pendek.

Menulis dengan bernas.

Intinya, jangan berpanjang lebar dalam menulis. Menulislah dengan hemat dan ringkas.

Saya setuju. Kalimat pendek tidak harus kosong. Apalagi tanpa arti. Kalimat panjang juga bukan jaminan kejelasan. Seringkali, kalimat panjang malah membingungkan. Satu hal, ia membuktikan ketidakcakapan berbahasa. Hal lain, ia melelahkan pembaca. Tambahan, ia menghabiskan halaman.

Kebiasaan menulis pendek-pendek bisa diasah. Tidak sulit. Asal mau belajar. Asal tekun mencoba. Jika sudah terbiasa, menulis menjadi mengasyikkan.

Pertama, cobalah menulis seperti biasa. Jangan pikirkan panjang-pendek kalimat. Lebih penting ada hasrat menulis menyala-nyala. Dengan begitu tulisan akan mengalir lancar.

Kedua, menulislah soal yang kita tahu. Jangan sok pintar. Jangan sok jagoan. Setiap orang punya porsi kecakapan. Tidak perlu memaksakan diri. Paling bagus menulis dari pengalaman sendiri. Setiap orang punya pengalaman hidup, bukan?

Ketiga, sekarang suntinglah tulisan tersebut. Mulai dari kalimat pertama hingga terakhir. Cobalah menemukan kata pengganti untuk frase. Ingat, kata. Kata adalah unsur terkecil penyusun kalimat. Usahakan setiap kalimat terdiri 6 kata. Tidak lebih. Jika perlu ubah struktur kalimat. Tidak masalah asal makna tidak berubah. Lakukan hingga kalimat penutup.

Keempat, bacalah lagi hasil suntingan tersebut. Sudah enakkah dibaca? Masih kakukah rasanya? Ada kata yang hilangkah disana? Teliti satu per satu setiap kalimat. Jangan ada yang terlewat. Jika mungkin, sunting lagi tulisan tersebut. Cobalah perhalus. Ini penting, agar tulisan tidak kering.

Kelima, lakukan latihan ini sesering mungkin.

Menulis dengan bernas bisa dikuasai siapapun. Tidak peduli apa pendidikannya. Tidak peduli apa pekerjaannya. Juga tidak peduli apa ragam tulisannya. Kuncinya satu: berlatih.

Saya juga berlatih menulis dengan bernas. Tidak percaya? Coba cermati tulisan ini. Coba hitung jumlah kata setiap kalimat.

Setiap kalimat maksimal 6 kata.

Medhy Aginta Hidayat

Artikel ini bermanfaat untuk Anda? Klik disini untuk berlangganan Blogguebo.