Pengalaman Kerja Pertama

   Setelah lulus SMU aku masih saja muntah tiap pagi dan berhenti sendiri kalau sudah agak siang. Esoknya begitu lagi. Seakan jadi kebiasaan buruk. Dalam keadaan sakit pun aku masih punya mimpi untuk bekerja selepas lulus. Tapi sebelum itu 2 orang temanku mengajakku kursus komputer. Aku senang sekali karena sudah lama aku pengen kursus komputer. Kulihat jam kursusnya jam 10.00. berarti aku bisa ikut karena sudah selesai muntahnya. Waktu itu kami kursus program ms. Word dan Excel. 

   Kurang lebih 2 bulan kami kursus. Kedua orang temanku berencana akan kuliah keluar kota tapi aku sama sekali tidak ada keinginan untuk kuliah keluar kota dengan kondisi fisik seperti ini. Padahal dulu waktu ibuku masih hidup aku sangat ingin kuliah, tapi begitu ibuku meninggal dan aku sakit-sakitan keinginan untuk itupun pupus. Setelah kursus selesai, aku tak sabar ingin cepat mencari pekerjaan. Ga enak nganggur di rumah terus. 

   Salah satu jemaat gerejaku menawariku kerja di mini market yang dikelolanya, tadinya dia berencana akan membuka showroom moci (Motor china) tapi belum dibuka. Dan rencananya aku yang disuruh jadi adminnya. Tapi berhubung belum dibuka, aku diminta kerja seadaanya dulu di mini marketnya. Aku kerja dari jam 08.30-14.00 dan 17.00-21.00 (tanpa shift) di lantai 2. Aku jadi pramuniaga dan membantu kasir di sana. Gaji pertamaku sangat minim Rp130.000,-

   Pagi hari ketika masuk kerja yang kulakukan adalah menyapu dan mengepel lantai. Setelah itu baru ngecek barang. Kalau malam banyak anak-anak kecil bermain di lantai 2. Sepanjang hari aku selalu berdiri dan berjalan kesana kemari ngecek barang. Teman kerjaku sangat judes, dia sering menegurku aku mencoba sabar dan bertahan. Gaji pertamaku kubelikan sandal untuk adikku. Aku mengajak adikku ke mini market itu dan memintanya memilih sandal sendiri.

   Yang paling melelahkan karena aku punya kebiasaan ke toilet (beser) padahal toiletnya jauh dari mini marketnya (kira-kira 10 meter) dan aku harus naik turun tangga. Karena sering naik turun tangga, kakiku kaku dan bengkak. Tidak bisa ditekuk. Akupun bekerja sambil pincangan. Melihat hal itu bosku memindahku kerja di lantai 1 agar tidak naik turun tangga lagi. 

   Bulan kedua aku dipercaya jadi kasir penuh. Aku senang jadi kasir karena bisa duduk dan pegang mesin kasir. Aku belajar hal baru disana. Ada tradisi yang dibiasakan oleh teman-teman kerjaku yang mana siapa yang berulangtahun hari itu harus menraktir semua teman-temannya. Padahal gaji sangat minim. Rata-rata yang ulangtahun biasanya tekor, apalagi ulangtahunnya kalau pas gajian. 

   Suatu ketika, temanku membawa mangga muda. Ia membagi-bagikan mangga itu kepada semua karyawan mini market. Aku pun mencoba mencicipi mangga muda itu karena lapar padahal aku sakit maag. Wah, pulang kerja sambil naik sepeda geliyengan dan pusing berat. Sampai di rumah aku muntah-muntah dan pingsan. Besoknya aku keluar kerja.

Desain Blog 2

   Hai, curcol dikit ya...kemarin aku lagi galau berat, daripada stres aku mengalihkan pikiranku dengan mencoba bikin desain blog lagi sambil dengerin pujian rohani di youtube. 

   Kali ini warnanya dominan ijo. Gambar kartunnya gambar sendiri, soalnya kalau beli vektor di internet it's so expensive. berhubung aku suka nggambar jadi lumayan ngirit ongkos daripada beli. sekalian menerapkan ilmu photosopku. Ini belum dicoding jadi baru sketsa aja ya :) 


Berawal dari Maag

   Hai, hari ini aku mau cerita awal mula aku sakit dan hidupku berubah 180 derajat sejak itu. Aku merasa berbeda. Tidak seperti orang normal dan kurang bisa menikmati hidup. Kadang kita menjadi anak yang bandel dan mengabaikan pesan baik yang disampaikan orangtua kita. Dan ketika kita mengalami apa yang menjadi akibat dari ulah kita maka kita baru menyesal, seperti kisah saya berikut ini. 
   
    Sejak kecil bapakku selalu melarangku untuk hujan-hujanan apalagi dalam keadaan perut kosong, harus selalu membawa payung/ jas hujan kalau sudah mulai mendung. Jika hujan turun dan lupa membawa jas hujan maka harus berhenti sebentar dan berteduh sampai hujannya reda. 
   
   Mengapa beliau berkata demikian? Karena bapakku sangat mengenal kondisi fisikku yang lemah. Aku mudah masuk angin dan sakit. Ibuku selalu menyuruhku untuk rajin makan sayur. Sedangkan aku sangat tidak suka sayur sejak kecil. Aku lebih suka makan ayam dan makanan enak-enak lainnya. 

   Mari kita flashback sebentar ke tahun 1999, beberapa bulan sejak ibuku meninggal dunia karena kanker telinga. Aku adalah penggemar mie instan sejak SD. Hampir setiap hari aku membuat mie instan versi jumbo. Rasanya aku sangat addict dengan mie ini karena enak dan praktis. Kesalahan terbesarku adalah dulu, aku lebih memilih makan mie instan dibanding makan sup buatan ibuku yang sudah susah susah dimasaknya (Kalau dipikir-pikir sekarang menyesal).

    Pagi itu aku berangkat ke sekolah terburu-buru hingga tak sarapan pagi sebelumnya. Kukayuh sepedaku dengan cepat karena tiba-tiba awan mendung dan turunlah hujan yang sangat deras. Sampai di sekolah, bajuku basah kuyup . Segera aku lari ke kantin karena sudah sangat lapar. Aku memesan sepiring nasi pecel dan teh manis. Pada suapan pertama tiba-tiba perutku mual dan ingin muntah tapi kutahan. Jam pelajaran sudah akan dimulai, namun bajuku masih basah kuyup. Dan yang membuatku jadi tontonan yaitu aku lupa menarik resleting rokku karena terburu-buru berangkat. Hingga salah satu temanku memberitahukan hal itu kepadaku. Ups malu sekali. 

    Sejak aku kehujanan pagi itu, setiap pagi hari setelah bangun tidur aku selalu morning sickness. Ditambah lagi semenjak meninggalnya ibuku setiap pagi aku merasa berbeban berat. Aku dan adikku sangat bergantung pada ibuku. Masalah makanan tentunya. Kalau ada ibuku makanan selalu siap di meja makan dan tinggal makan aja. Kadang karena kelewat manja, sudah ada makanan pun ga mau ambil makan sendiri tapi minta diambilkan. Tapi sejak ibuku meninggal mau tak mau aku harus beli makan sendiri dan itu rupanya bisa bikin aku stress. 

   Karena terbiasa semua sudah siap di meja makan. Rasa malas bisa jadi stress. Karena stress muncul ketika kita tidak ingin melakukan sesuatu yang tak ingin kita lakukan dan itu membuat kita tertekan. 

   Aku masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku selalu muntah di pagi hari (karena stress) rasanya pengen cepet lulus. Aku sering bolos masuk sekolah karena muntah asam lambung berjam-jam. Anehnya muntahku berhenti setelah lewat jam 9 pagi setiap harinya. Siang harinya aku ke rumah temanku dan meminjam buku catatan sekolah. Aku masuk sekolah kalau ada ulangan/tes saja. Aku tidak pernah ikut upacara bendera karena tak kuat berdiri/ pas bolos. 

   Setiap hari adalah untung-untungan buatku. Kadang aku bisa menghentikan muntah sebelum jam 7 atau bahkan di sekolah masih muntah lagi. Kadang aku harus ikut ulangan susulan karena tidak bisa masuk pas ada ulangan. 

    Aku berobat puskesmas dan diberi antasida. Karena tak ada perubahan aku periksa ke dokter spesialis penyakit dalam dan dokter memberiku obat maag dan 6 macam obat penunjang lain namun tak kunjung sembuh. Aku tetap muntah karena stresku lebih kuat daripada keyakinanku akan obat yang bisa menyembuhkanku. 

   Yang paling menantang adalah saat ikut ujian akhir SMU. Aku harus bisa mengendalikan pikiranku supaya tidak muntah dan tak terlambat masuk sekolah. Untunglah aku lolos dan tidak terlambat saat itu. Tapi saat mengerjakan soal ujian tentunya aku tidak bisa berkonsentrasi penuh karena merasakan mual yang sangat di perutku. Akhirnya setelah berjuang dengan kelemahan diriku, aku pun lulus dengan nilai yang sangat kurang dan aku masih bergumul dengan muntah setiap bangun tidur.

Belajar Mencoba Makanan Pasca GERD

   Mungkin saya telat posting tentang hal ini, sejak 6 tahun yang lalu sembuh dari muntah-muntah berkepanjangan karena cairan empedu saya mengalir masuk ke lambung. Bahkan akhir-akhir ini saya lagi males nulis di blog, tetapi kemudian ada sang motivator teman baru di facebook yang sakit GERD yang membuat saya ingin posting lagi soal penyakit GERD gara-gara baca tulisan saya di blog. Terima kasih ya guys, saya jadi punya bahan menulis hihi. 

   Secara spesifik dulu saya memang pernah merasakan gejala-gejala sakit tersebut meskipun dokter bilang saya terkena bile refluks. Apa sih yang saya rasakan? Ya seperti tenggorokan mengganjal di pagi hari setiap bangun tidur, susah menelan makan, sampai-sampai karena rasanya makanan itu ga bisa turun-turun kebawah, makan siangku tak bisa kutelan dan akhirnya muntah sampai malam. Kalau anak kecil kayak gumoh gitu ya, mungkin rasanya pengen meludah mulu, karena ga nyaman jadi aku muntahin aja. Kadang kedinginan, gangguan kecemasan bila ada diluar rumah/ di tempat umum (agoraphobia). 

   Kalau masalah agoraphobia ini saya rasa wajar ya, kalau orang dengan kondisi ngedrop pasti males keluar rumah, kalau aku malesnya karena cemas aja takut muntah di jalan/ pingsan di jalan. 

   Ok, sehubungan dengan judul yang saya tulis di atas, mungkin Anda bertanya, makan kok belajar sih kayak anak kecil aja? Hehe, Coba kita bayangkan sejenak, bila makanan kita makan tidak bisa diterima dengan baik oleh pencernaan kita - misalnya nih, aku suka sate ayam wah tapi kan sate ayam itu ada bumbu kacangnya, sakit GERD tidak boleh makan makanan yang berbumbu kacang macam sate ini. Enak di mulut tapi ga enak di perut. Mau makan was was, duh kalau muntah gimana ya? Itu pikiran yang selalu menghantui saya tiap nyoba makanan setelah sembuh. 
  
  Percaya tak percaya, waktu kos dulu, saya setiap hari makan bubur abon selama 3 bulan. Bukan blenger lagi sudah sangat tidak tahu apa yang harus saya makan karena semua makanan yang saya makan tidak bisa diterima dengan baik oleh lambung saya. Namanya juga kos, terbatas mau keluar makan jauh dari warung makan, saya kemana-mana naik mersi (mersikil alias on foot/ jalan kaki) jadi kalau mau beli makan ya cari seadanya yang deket-deket situ tapi kan karena yang deket ga ada yang bisa diterima lambungku jadi amannya aku bubur sendiri pake magic com dan beli abon. 

   Betapa lemesnya makan seperti itu apalagi harus kerja juga. Di kantor bawaannya ngantuk, lemes, dan tidak bertenaga, apalagi saat itu saya juga terikat obat penenang. Sampe-sampe temen kosku bilang gini, “Emang kamu seumur hidup mau makan bubur abon mulu? Nyoba yang lain kek.” 

   Awalnya aku agak takut mencoba, pas ada soto ayam lewat depan kos, aku pun memberanikan diri makan soto. Ga pake ayam, Cuma kuahnya doang ya namanya juga percobaan. Dan saudara tahu? Saya waktu mau makan soto itu berdoanya kenceng banget. 

   “ Tuhan Yesus, aku takut makan ini, takut muntah Tuhan. Ya Tuhan berkatilah soto ini biar perutku ga demo. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.” 

   Saat itu saya baru menyadari bahwa bisa makan segala macam makanan itu anugrah Tuhan yang tiada taranya. Kadang kita sudah bisa makan aja masih suka milih-milih, milih yang enak dan doanya tu cepet banget kayak laporan sama komandan perang. Terima kasih Tuhan atas makanan ini. Amin. Dah selesai. 

   Tapi kalau sudah mengalami seperti saya ini, rasanya baru bisa mengucap syukur. Setiap saya habis makan reaksinya muncul setengah jam kemudian. Saya makan soto itu sampe gemeteran karena takut muntah meski sudah berdoa. Sebelum makan soto sampe saya pikir dulu, itu soto bumbunya apa aja ya, bisa gak diterima lambungku. Paranoidku benar-benar sudah diluar batas kewajaran manusia. Dan setengah jam kemudian jika memang lambungku menolak biasanya muncul pusing di dahi depan dan empeduku perih lalu muntah berjam-jam. Itu reaksiku kalau salah makan. Tetapi untungnya Kasih Tuhan masih memberkatiku. Aku lolos makan soto meski kuahnya doang. Esok harinya nyoba lagi dikit-dikit pake ayamnya meski hanya 1-2 suwir. 

   Setelah benar-benar tidak pernah muntah lagi, aku masih juga takut mencoba makan.Dulu aku tidak bisa makan sawi. Kemudian setelah bertahun-tahun baru berani nyoba meski hanya selembar, lambat laun mulai nyoba makan taoge, makanan gorengan meski aku batasi minyaknya. Tapi asli tersiksa banget kalau makan banyak pantangan dan kalau Anda model bosenan sama makanan yang itu itu aja, jangan sampe kena GERD. Tersiksa !!! Tapi saya berusaha menerima keadaan dan tetap bersyukur masih bisa makan. 

   Saya geli waktu baca status teman saya di facebook yang baru saja menikah dan harus pindah ke kota kelahiran suaminya. Dimana dia bosen dengan makanan yang ada di kota tersebut. Pikir saya, lha baru gitu aja bosen, masih bisa makan berbagai macam makanan kan bisa diatasi dengan masak sendiri atau ganti menu yang lain, kalau sudah sakit kita ga bisa milih-milih makan yang kita suka lagi. Lha mau gimana lambungnya ga mau terima. Jujur dibanding teman-teman lain yang nekad soal makan, saya lebih takut mencoba. Mengingat reaksi seperti itu siapapun dalam kapasitas saya pasti akan berpikir yang sama. 

   Bapak saya selalu bilang, kalau sudah dimakan ya jangan dipikir. Penting banget doa sebelum makan itu. Puji Tuhan setelah melewati semua hal dan percobaan bagai bayi yang baru belajar merangkak, kondisi saya sudah lebih baik daripada sebelumnya. Apa kuncinya? 

Make your life so happy although your life not so happy,
 because healthy is worthy. 

    Semoga teman-teman yang masih bergumul dengan sakit GERD lekas sembuh ya. Amin.

Cara Menghapus Fanspage Facebook

   Fanspage Facebook yang sudah terlanjur dibuat pengen dihapus? Hm, mungkin ada alasan khusus ya hehe. Ok, Hari ini aku mau berbagi tutorial cara menghapus fanspage facebook. Kebetulan aku juga mau menghapus fanspage yang sudah terlanjur kubuat dan pengen buat yang baru lagi. Caranya sebagai berikut : 

  1. Masuk ke akun facebook Anda 
  2. Klik tanda segitiga di pojok kanan atas → Halaman yang Anda buat 
  3. Klik Pengaturan 
  4. Scroll mouse agak kebawah di bagian HAPUS HALAMAN → Sunting

  5. Hapus Halaman Anda secara permanen → Hapus
Nah, sekarang fanspage facebook Anda sudah tidak ada lagi kan?

Uang di ATM Tidak Keluar

   Kemarin aku ke ATM BRI. Kupikir bank sudah buka eh ternyata masih dalam masa libur lebaran. Niatnya aku mau ambil uang dan bayar BPJS via ATM. Pas kumasukkan kartu ATM ku dan menekan sejumlah uang ternyata uang yang hendak kuambil tidak keluar juga. Langsung kutekan tombol cancel untuk membatalkannya. Kartu ATM ku kukeluarkan dan keluar juga struk bertuliskan ATM tidak dapat memberikan sejumlah uang yang Anda minta. Rekening Anda tidak akan didebet.” 

   Waktu aku menemukan problem ini, aku sempat bingung. Belum pernah ada kejadian ambil uang di ATM dan uangnya ga keluar. Untung ada adikku, dia langsung menyuruhku mengecek saldo. Syukurlah saldonya masih utuh. Malamnya aku cek kembali di internet bankingku, terlihat ada debet dan kredit dengan jumlah yang sama. 

   Rupanya uang tidak keluar karena persediaan uang di dalam ATMnya habis belum diisi lagi ya mungkin karena masih libur lebaran hehe.. so, jika kita mengalami hal serupa jangan panic dulu ya, asal saldonya tetep si oke, kalau saldonya berkurang dan uangnya ga keluar nah itu yang jadi masalah hihi..

Menu Masakan Andalanku

   Mungkin karena aku tinggal di kampung jadi masyarakatnya terlalu reseh (maaf kata ya, terutama ibu-ibu nih :( ). Eh tapi ga di kampung juga sih, kalau di kota tinggal di perumahan juga kadang gitu kali ya, ketemu dengan gossiper-gosiper sejati yang suka menghakimi. 

   Awalnya aku sangat tertekan jika ada orang yang bertanya kepadaku “Apa kamu bisa memasak?” Kok beli terus, emang kamu ga bisa masak ya? Apa nggak pernah masak? Cewek kok ga bisa masak!” (Hello ….masalah ya buat elo?” Pengen deh nyahut kayak gitu tapi ntar jadi rame. Daripada rame mendingan diem. Mengalah kan bukan berarti kalah. Betul?” 

   Dan setiap kali kata-kata itu terngiang di benakku, muncul rasa bersalah di dalam diriku dan aku merasa cewek lain bisa lebih pintar memasak dariku. Nah ini yang bikin orang jadi minder, karena sering diolok-olok. So, buat pulih dari rasa minder perlu merubah stigma. 

   Tapi setelah aku pindah keluar kota, ternyata pandanganku tentang cewek yang harus bisa masak itu lebur. Banyak kok cewek yang ga bisa masak selain aku, dan ada juga yang sudah menikah dan punya anak tapi tetep aja ga bisa masak juga ga masalah. Bukan sesuatu yang menekan. Aku pun berhenti merasa bersalah. 

   Saat aku terkena bile refluks yang mana aku udah ga bisa lagi makan sembarangan dan di warung makan manapun yang aku mau, Kebayang betapa tersiksanya kalau mau makan tapi banyak pantangannya. Apalagi saat aku masih kos diluar kota sedangkan dikos ga boleh masak sendiri. So, mau tak mau harus cari catering yang khusus masakin menu makanku. Dan itu langka, aku harus nyari cateringan yang bener-bener mau terima request menuku yang lain daripada yang lain. 

   Puji Tuhannya ada seorang tante yang punya bisnis catering dan kos-kosan cowok yang mau masakin aku. Tante itu kalau masakin aku benar-benar ga pake minyak. Karena kalau aku makan ada minyaknya dikit aja pasti mual. Menu makanku sehari hari serba rebus, telur rebus, sayur bayam atau sup isi wortel dan kentang doank dan bumbunya ga pake ditumis tapi langsung direbus sekalian, lauknya tetep aja telur rebus. Mau nyoba makan yang lain takut muntah. Dan yang namanya nyoba makan yang ga biasa itu benar-benar butuh keberanian dan tekad yang kuat untuk tidak muntah. 

   Pelan-pelan aku latih makan sayur yang lainnya, seperti broccoli, sawi, bunga kol, tauge lalu nyoba makan ayam tanpa kulit. Setelah resign dari tempat kerjaku yang nyaman aku balik ke kampung dan mau tak mau aku harus belajar memasak sendiri makananku, yang mana waktu itu tanpa minyak, tanpa pengawet, tanpa bumbu penyedap rasa/ vetsin. Keadaan telah membuatku menerima kenyataan bahwa aku lemah di pencernaan dan harus masak sendiri tanpa rasa tertekan seperti dulu. Ternyata memasak sendiri makanan kita itu menyenangkan dan menyehatkan. 

   Lambat laun aku sudah bisa makan pake minyak lagi / gorengan. Setelah sekitar 5-6 tahun aku makan serba rebus. tapi hikmah di balik semua itu adalah akhirnya aku bisa memasak sendiri dengan menu yang sederhana yang aku bisa makan, dan inilah hasil masakanku. Ayah dan adikku juga suka. Lebih sehat karena dimasak sendiri dan mengenyangkan. Menu yang mungkin tidak umum bagi kebanyakan orang. 

   Entah apa namanya tapi aku menyebutnya sup telur isinya ada telur rebus, sawi, tauge, dan wortel kadang isinya tiap hari diganti tapi bumbunya sama aja bumbu sop. Apalagi kalau bukan garam, lada dan gula. Untuk lauknya aku bikin gorengan namanya kalau disini pia-pia, isinya : tauge, wortel sama kol tapi aku biasanya ga pake kol karena kol bergas bikin kembung buatku. 


   Bersyukurlah jika masih bisa menikmati segala macam makanan dengan bebas. Bisa makan tanpa pantangan adalah karunia terindah dalam hidup ini so gunakan dengan bijak. Makanlah apa saja yang baik buat kesehatan kita jangan sampai kita dibuat pantang sama makanan karena sakit yang kita derita. Asli, itu menyiksa banget. Kadang aku ngiri juga lihat orang lain bisa piknik keluar kota, makan berbagai macam makanan di restoran, hwaa nikmat sekali bisa seperti itu benar-benar kenikmatan tiada tara masih bisa makan dengan bebas itu yaa asal jangan lupa gizi makanan yang seimbang biar tetap fit.

Gambaran Desainku : Web GKI Blora

    Hai, hari ini aku belajar menggambar desain untuk website gerejaku. Website Gerejaku sudah lama tidak terurus, aku jadi pengen membuatnya gambaran barunya. Meski baru gambaran di Photoshop tapi lumayan juga buat mengisi waktu luang. 

coming soon...

My New Target Project

   Liburan kali ini aku sibuk di depan kompi. Apalagi kalau bukan utak-utik blog.. Again and again..? :D Entah kenapa aku suka banget kalau lihat kode-kode CSS. kayak nemu soulmate yak? hihi.. biasanya aku utak utiknya template blogger asli,  tapi kali ini pengen desain sendiri template blog yang baru lagi. tapi masih belum sempurna banget, karena baru sketsa belum dikasih kodenya. Dan inilah hasil belajarku kemarin dan hari ini : 

Coming soon...

   Kalau dipikir-pikir ternyata banyak sekali yang bisa dipelajari dan pengen kupelajari. Target baruku adalah mendesain template blog sendiri salah satunya seperti gambar di atas. Desain dengan dominasi warna coklat muda, coklat tua dan kuning dengan gambar kartun yang kubuat sendiri. Footer 1 kolom dan terdapat 3 icon sosial media disana. Hm tak sabar pengen segera menguasai teknik penerapannya di blogspot. Semangat belajar lagi...!!

#Letters to Aubrey from Kak Susan – Ubii So Blessed

Barang antik, barang yang unik 
Kucari cari dimana belinya 
Ubii cantik dan menik-menik 
Siapa dulu donk maminya? 

    Hai Ubii? Selamat ulang tahun yang ke-2 ya. Bagus gak kado pantun dari Kak Susan? :D 

Terima kasih ya atas kiriman bukunya, ini adalah foto Chingu ~ (nama boneka beruang kak Susan yang artinya teman dalam bahasa Korea) ~ bersama buku Letters to Aubrey yang dikirimkan Mami Ubii ke kakak. 



   Jujur, kak Susan terharu sekali membaca kisah Ubii di buku ini. Ubii beruntung ya, punya mami dan papi yang sangat sayang pada Ubii. Selain itu Tuhan juga sangat memberkati keluarga kalian. 

   Kak Susan salut atas prestasi Ubii, Ubii punya banyak piala ya… wow hebat! Yang paling lucu yaitu piala bentuk Hello Kitty, hm... cocok banget sama Mami Gesi yang suka Hello Kitty. 

   Kak Susan berharap perkembangan Ubii makin hari semoga semakin membaik ya dan Ubii harus tetap semangat dalam menjalani hidup. Kak Susan yakin oleh cinta dan kasih sayang mami papi kepada Ubii akan membuat Ubii semakin sehat. 

   Oya waktu pertama kali Kak Susan tahu tentang Ubii waktu Kakak lagi nonton acara Kick Andy Show di TV. Eh ga nyangka akhirnya kakak bisa kenalan via facebook sama Mami Gesi. Ubii benar-benar menjadi inspirasi bagi kakak. Ubii punya mami yang hebat juga, super sekali. 

   Oya, ubii sudah maem belum? Tadi Ubii maem sama apa? Apa sih makanan kesukaan Ubii? Kakak kepo banget ya hihi..By the way, kakak hanya bisa berdoa buat Ubii sekeluarga. Semoga Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan Ubii sekeluarga dan memberi kesabaran dan kekuatan ektra buat Mami dan Papi Ubii. Pesan kakak buat Ubii, Be happy & be healthy…hug Ubii *) 

http://letters-to-aubrey-with-rubella.blogspot.sg/2014/07/giveaway-letters-to-aubrey.html

Cara Setting Kalibrasi Monitor Komputer

   Kebetulan karena saya suka desain, jadi monitor komputer saya perlu dikalibrasi agar warnanya cocok dengan hasil cetaknya. Berbekal tutorial di internet akhirnya saya menemukan caranya dan langsung saya terapkan di komputer saya dengan Windows 1998 berikut ini : 

  • Klik kanan di daerah kosong di desktop → Properties 
  • Setting → Advance - Pilih color management – Add 
  • Klik Adobe RGB 1998 → Add 
  • Klik OK 
  • Start→ control panel 
  • Klik switch to classic view - Double klik icon adobe gamma
  • Klik control panel - next 
  • Klik Trinitron - ( Tarik sampai warna sama) → hardware 7500’K – OK 

  • Beri nama lain misal Adobe RGB1998a kemudian di save 

Untuk keperluan setting di Photoshopnya, karena saya masih pake Photoshop versi 8.0, maka cara menyettingnya yaitu :

  • Buka Adobe Photoshop (klik2x pada icon shortcutnya) 
  • Klik Edit – Color setting  
  • Web graphic default : untuk desain web atau
  • US Prepess Default : untuk mencetak  
  • Klik OK

Baca Dulu Sebelum Protes

   Malam ini aku jadi pengen nulis tentang pentingnya berhati-hati dalam setiap perkataan kita. Memang sebaiknya sebelum kita berkata-kata harus dipikirkan terlebih dahulu apakah kata-kata itu membangun atau justru sebaliknya. 

   Aku menulis tentang hal ini bukan karena aku paling benar, tapi ini juga untuk mengingatkan diriku sendiri untuk teliti dulu sebelum marah/ protes terhadap sesuatu. Apalagi di dalam dunia maya, mau nulis status di facebook maupun twitter sesuka hati kita semudah mengetik huruf demi huruf, tapi kadang kita lupa bahwa kalimat yang kita ketik di dalamnya itu dibaca oleh banyak orang. 

   Kadang kita tidak bisa mengontrol emosi sehingga tak bisa dipungkiri bahwa apa yang kita tulis di dalamnya itu mewakili perasaan kita. Terkadang aku sendiri juga pernah tidak bisa mengontrol emosi hingga melampiaskannya ke dalam facebook tapi kuprotect hanya saya yang bisa baca keluhan itu. 

   Aku terkejut saat mengikuti sebuah kuis di facebook dimana syarat-syaratnya sudah ditulis dengan lengkap oleh admin(penyelenggara kuis) dan karena kurang memperhatikan syarat tersebut seorang ibu marah-marah di fanspage penyelenggara kuis itu. 

   Aku pribadi agak ilfeel dengan sikap ibu tadi, tapi juga kasihan. Kok ya ndak dibaca yang betul dulu syaratnya, main protes saja sama adminnya. karena penasaran, aku pun membuka profil ibu tadi. Wah, ternyata memang dia suka sekali mengeluh tentang apapun di wallnya. 

    Baik buruknya perkataan kita mempengaruhi pandangan orang terhadap kita. Jika kita ingin dihargai dan dihormati orang, perbaikilah attitude kita. Apalagi dalam mengikuti sebuah ajang kompetisi baik lomba maupun kuis. Bertanyalah yang sopan kepada adminnya, jangan sampai karena kita protes sambil marah-marah membuat kitanya ga jadi menang karena sikap kita yang kurang sopan. Bagai pepatah yang mengatakan, "karena nila setitik rusak susu sebelanga." 

   Terlepas dari sebuah lomba abal-abal yang ga jelas, kalau memang dari kitanya yang tidak membaca baik-baik syaratnya maka yang perlu kita lakukan adalah introspeksi.