Cara Menampilkan Menu Laman Statis Blogspot Terbaru

   Hai, bagi tutorial lagi nih. Sebenarnya tutorial yang saya tulis disini buat catatan pengingat saya aja sih haha. Tapi semoga juga bermanfaat buat kita semua yak. 

   Pas lagi utak utik blog eh saya baru sadar ternyata blogspot 2014 tampilannya udah baru lagi (ups ketinggalan info). Yaitu pada bagian menu lamannya. Tadinya saya pikir menghilang karena saya utak utik, ternyata tampilannya emang begitu dari sononya. Kalau yang dulu misal mau nampilin laman tinggal klik tampilkan/ publish aja sekarang agak sedikit ribet menurutku. Tapi setelah dicoba ga ribet ribet amat kok hehe dicoba ya dicoba . 

 Ok, berikut ini caranya : 
  1. Masuk ke dashboard blog, lihat tampilan dibawah ini → klik laman baru 
  2. Tulis nama laman yang ingin anda tampilkan misalnya ARTIKEL → simpan → publikasikan.
  3. Ulangi cara ke-2 (membuat laman baru dengan nama yang berbeda, misalnya KONTAK SAYA, ARTIKEL dll) → simpan → publikasikan hingga tampilannya seperti ini : 
  4. Klik TATA LETAK – TAMBAHKAN GADGET
  5. Klik LAMAN, akan tampil seperti gambar berikut ini. 
  6. Centang semua opsi → simpan
  7.  Simpan setelan lihat blog Anda 
Catatan :
*) Untuk mengatur urutan letak menunya, Anda bisa menyeret tempatnya (lihat di tutorial nomor 6) 
*) Untuk membuat laman dengan tautan ekternal bisa diedit dari tutorial nomor 6 juga. 
Oke, selamat mencoba ya..

BBLog: Everyday with Simply Stay by Mustika Ratu Blogging Competition

   Dalam kehidupan harianku, sebagai cewek, aku memang suka tampil apa adanya dan so simple. Masalah make up hanya pada event-event khusus saja sih. Dan kalau pun pake make up pengennya yang simple juga tapi bisa tahan lama alias ga luntur, dan yang lebih penting lagi nih harganya terjangkau tapi terlihat berkelas. Sampai akhirnya aku nemuin sebuah tawaran sample produk Simply Stay Mustika Ratu gratis dari BBlog. 

   Mustika Ratu merupakan sebuah brand produk kecantikan Indonesia yang update dengan tren make up masa kini dengan menciptakan Mustika Ratu Simply Stay Make Up untuk wanita aktif, simple, dan selalu ingin tampil ayu setiap saat. Soft l Moist l Long Last (lembut, lembab, dan tahan lama) adalah taqline dari produk ini. 

Produk Simply Stay Mustika Ratu ini mengandung : 
  1. Curcuma Heyneana Root Extract sebagai natural skin conditioning, memberikan kelembaban, menghaluskan kulit serta mencerahkan kulit 
  2. Tocopheryl Acetat (Vitamin E) merupakan anti oksidan alami, antioksidan kuat untuk melindungi dari kerusakan oleh radikal oksigen reaktif & sinar UV
  3. Octyl Methoxycinnamate sebagai UV filter alami untuk melindungi wajah dari paparan sinar matahari (UV B) 

   Selain itu teksturenya lembut sehinga mudah menyerap ke dalam kulit, mudah diaplikasikan, tahan lama hingga 8 jam, dan bersertifikat Halal dari MUI. 

   Penasaran kan gimana sih bentuk sample produknya? Ini nih performance sample produk yang aku terima kemarin. 



   Sebuah box berukuran 24,5 x 19 x 2,5 cm dengan cover depan foto Elvira Devinamira (Putri Indonesia 2014) yang berisi 4 jenis pallete make up, terdiri dari :  

*) 2 macam moisturizer/pelembab berbentuk tube (5ml) untuk kulit kering dan berminyak. Teksturenya creamy dan agak lengket. Aromanya juga wangi. Harganya Rp.15.000,-  

*) 4 shade liquid foundation berbentuk tube (5 ml) bertekstur cair, untuk semua jenis kulit, dengan pilihan warna yang tersedia : 
  • Pearly White : untuk kulit cerah/ putih.   
  • Smoothie Yellow : untuk kulit yellow undertone/kuning langsat
  • Caramel Latte : untuk kulit sawo matang  
  • Sweet Choco : warna tergelap yang dapat digunakan sebagai shading 

*) Stick foundation dengan 4 warna : 
  • Pearly White : untuk kulit putih bisa untuk highlight (1)
  • Smoothie Yellow : untuk kulit kuning langsat, bisa digunakan sebagai concealer (2)
  • Caramel Latte : untuk kulit sawo matang (3)
  • Sweet Choco untuk shading (4)
Harga : Rp.50.000,- 

*) Two way cake/bedak padat, juga dengan 4 warna yang sama dengan liquid foundation dan stick foundation yaitu caramel latte, smoothie yellow, pearly white, dan sweet choco 
Harga : Rp.75.000,- 

     Aku juga mencoba mengaplikasikannya ke wajahku sendiri. Look at this picture below:

  1. Tampilan wajahku sebelum menggunakan produk Simply Stay 
  2. Aplikasikan pelembab ke 5 bagian wajah. Dalam hal ini aku memilih pelembab yang cocok untuk jenis kulitku yang kering (moisturizer for normal to dry skin)
  3. Usapkan pelembab secara merata ke seluruh area wajah dan leher . Kemudian tunggu 2-3 menit sampai pelembabnya meresap ke dalam kulit untuk hasil yang maksimal 
  4. Oleskan Simply Stay Liquid Foundation ke bagian tengah wajah (sekitar hidung, dagu, dan di atas alis) dengan meggunakan jari, lalu ulaskan kearah luar sehingga pigmen warnanya membaur sempurna dengan kulit. Berikan shading pipi dan rahang dengan menggunakan Simply Stay Stick Foundation warna gelap pada garis tulang pipi, rahang, pelipis dan garis batas rambut bagian atas dan baurkan dengan jari. Sedangkan untuk shading hidung : Tarik garis lurus dari titik pertumbuhan alis ke cuping tengah hidung (menggunakan simply stick foundation warna gelap) lalu berikan highlight ditengah hidung. Saranku pilih warna foundation yang hampir mirip dengan warna kulit wajah kalian. 
  5. Tekan-tekan ringan two way cake/ bedak padatnya pada permukaan wajah dengan menggunakan puff
  6. Tampilan wajahku setelah menggunakan produk Simply Stay 

  Kesanku setelah memakai produk Simply Stay Mustika Ratu ini wajahku jadi lebih halus dan aku bisa tampil lebih percaya diri. Produk ini sangat aku rekomendasikan buat kalian yang pengen cantik setiap saat dengan cara yang simple dan harga produk make up yang terjangkau. Kalian coba juga ya..^^ 




Acara ini diorganisir oleh B Blog Indonesia 
Dan Disponsori oleh Mustika Ratu

Perut Kembung di Malam Hari

   Hal yang bisa membuatku terbangun di malam hari itu ada 4 hal, yaitu : 
  1. Mimpi indah (ini sangat disayangkan karena sangat indah rasanya pengen ada to be continued-nya tapi sayang udah ga bisa lagi) 
  2. Mimpi buruk (rasanya benar-benar pengen cepet sadar dan berharap ini cuma mimpi)
  3. Kebelet pipis (biasanya sebelum aku terbangun, aku mimpi ke toilet duluan tapi ga bisa bisa keluar air seninya dan ternyata cuma mimpi tapi emang nahan kencing sakit juga jadi harus segera ke toilet) 
  4. Perut kembung. Perut kembung biasanya terjadi padaku jika aku makan malamnya kurang sehingga tengah malam lapar lagi dan dicuekin aja karena masih tidur. Selain itu jika udara dingin, tak jarang perutku jadi semakin kembung. 

   Nah, jika hal itu terjadi yang biasa aku lakukan langsung bangun lalu minum segelas air putih dan mengolesi perutku dengan minyak kayu putih kemudian menekan perutku dengan bantal. Beberapa saat kemudian, siap-siap untuk menerima aroma terapi alami… hihi… bushhhhh…. Buang gas pun tak terelakkan hahaha… dan jika sudah begitu legaaaa banget perut kembungpun hilang dan aku bisa tidur nyenyak kembali. 

   Bagaimana kalian mengatasi perut kembung? Please, tell to me, too ^^…

Cara Mengatasi Rasa Putus Asa

   Siapa sih di dunia ini yang ga pernah putus asa? Saya rasa semua orang pasti pernah mengalaminya termasuk saya. Banyak hal yang membuat kita putus asa dan inti dari timbulnya rasa itu adalah ketika apa yang sangat kita impikan/ inginkan/ idam-idamkan eh ternyata pupus atau gagal. Apa yang kita rencanakan tak seperti kenyataannya. Jika kita sedang sakit dan tak kunjung sembuh pun kita juga bisa dilanda keputusasaan. 

   Waktu saya sakit dulu, saya juga pernah putus asa dan nyaris ingin bunuh diri. Dimana waktu itu saya sedang aktif-aktifnya pelayanan di komisi pemuda gereja saya. Tahun 2006 adalah masa yang kelam dalam hidup saya. Saya merasa kehilangan masa remaja saya. 

   Bagaimana tidak? Saya tidak bisa lagi makan makanan yang saya suka dengan bebas. Saya kena agoraphobia, saya takut berada di keramaian, saya sering tidak menghadiri acara bersama teman-teman kantor saya karena masih muntah-muntah di kos. Buat teman-teman saya maafkan saya dulu saya tidak bisa datang ke acara pernikahan kalian, tidak ikut piknik kantor, dan makan-makan selepas jam kerja. Bukan karena saya tidak setia kawan, tapi mengingat kondisi fisik saya saya terpaksa tidak hadir. 

   Jika waktunya menjelang sore, saya hanya bisa terkapar di tempat tidur kos sendirian dan berjuang dengan muntah yang tak kunjung berhenti. Seharusnya kalau saya sehat saya bisa jalan-jalan bersama teman-teman saya. Saya merasa sangat lemah. Saat itu saya merasa tidak normal. Tidak seperti yang lainnya. 

   Saat seperti itu saya jadi ingat kisah Ayub. Ayub adalah umat Tuhan yang saleh. Ia sangat mengasihi Tuhan tapi kenapa ia malah sakit parah, tak hanya itu saja ia juga kehilangan harta bendanya, anak-anaknya meninggal dan istrinya mengutukinya. Saya tidak lebih baik daripada Ayub. Pantaskah saya protes kepada Tuhan? 

   Waktu itu yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa dan menyerahkan seluruh hidup saya untuk Tuhan. Jika memang harus muntah ya saya tidak memberontak, saya sadari saya memang sedang mual dan ingin muntah. Kadang saya menangis, tapi saya tahu disaat saya sedang terpuruk sebenarnya Tuhan pun dekat dengan saya. Sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungNya. 
   
   Banyak orang yang mengatakan kalau saya terlalu banyak pikiran hingga stress dan sakit. Saya akui saya orangnya keras, jika menginginkan sesuatu harus didapatkan, dan cenderung perfeksionis. Tapi keperfeksionisan saya tidak membuat saya jadi orang yang rileks, saya malah tertekan dengan keperfeksionisan saya. Jika saya mengikuti sebuah psikotest kedapatanlah kalau saya ini sangat stress. Dokter yang memeriksa saya bilang kalau saya adalah seorang pencemas sejati. Selalu hidup dalam kekuatiran. 

   Dampak dari apa yang saya cemaskan, hal-hal kecil yang saya cemaskan jadi terasa besar. Ketakutan saya lebih besar daripada kepercayaan saya akan pimpinan Tuhan. Hingga saya merasa Tuhan meninggalkan saya. Teman-teman saya meninggalkan saya. Bahkan waktu itu orangtua teman saya juga membenci saya, mereka tidak mengijinkan anaknya bergaul dengan saya yang sakit-sakitan. Saya diluar kota sendirian saat itu dan sangat bergantung kepada uluran tangan teman apalagi saat saya tak kuat beli makan sendiri keluar. 

   Saat saya sakit dan dirawat di rumah sakit, teman-teman saya mengira saya pura pura sakit dan menikmati liburan di HOTEL (hanya karena saat mereka menjenguk saya pas saya tidak sedang kumat muntahnya). Yang tahu benar keadaan saya adalah penjaga pasien di sebelah saya dan satu orang teman saya yang digerakkan Tuhan untuk tetap berada disamping saya meski dilarang oleh orangtuanya. Ternyata meski saya merasa sendiri Tuhan tidak membiarkan saya seorang diri. 

   Saya rasakan kesedihan yang mendalam, saat saya minum air putihpun muntah juga. perut saya muak terhadap segala macam makanan waktu itu. Saya bertanya Tuhan kenapa saya harus mengalami ini? Apakah di dunia ini hanya saya yang mengalami ini? Kenapa teman-teman yang saya tanyai tidak ada yang pernah mengalami apa yang saya alami? Itulah rentetan pertanyaan saya dulu waktu masih sakit. Pertanyaan itu terjawab setelah saya sembuh. 

   Ternyata banyak orang yang belum pernah saya temui yang sakit seperti yang saya alami. Tapi yang sangat saya sayangkan mereka hanya ingin sembuh tanpa melalui proses. Mereka mau cepat sembuh tapi tidak mau menjaga makan. Baru sembuh sebentar sudah nekad menerjang pantangan dan ketika kumat, bingung bagaimana cara mengatasinya. Bahkan saat saya sedang ada di sebuah grup penderita gerd, ada juga yang mungkin saking senangnya sembuh sebentar sudah pamer sama teman-temannya bisa makan pedas, dan beberapa hari kemudian kumat lagi dan ngeluh-ngeluh lagi. 

   Penyakit ini bisa datang kapan saja saat kita mulai stress lagi, saat kita salah makan, saat kita memiliki gaya hidup yang salah. Bagaimana cara mengatasi keputusasaan? Hanya dengan berdoa dan berserah kepada Tuhan kita bisa mengatasinya. 

   Saat kita berdoa, Tuhan akan memberikan kita semangat baru, kekuatan baru, dan kesembuhan sehingga kita tidak lagi mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Kita manusia memang lemah dan Tuhan tahu itu. Oleh karena itu Tuhan pernah berfirman marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Serahkan bebanmu, biarkan Tuhan yang menggendongmu dan membawa menyelesaikan permasalahanmu. 

   Otak manusia terbatas, pikiran kita terbatas, hati kita terlalu kecil dan sesak jika harus memasukkan banyak masalah dan beban. Bersyukur, ikhlas, Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Saya sembuh karena saya mulai membuka hati saya untuk menerima firman TUhan setiap hari dan Tuhan membuka jalan kesembuhan untuk saya. 

   Saat begitu besar keinginanmu, jangan biarkan pikiran dan ambisimu menguasai dan menekanmu hingga stress. Ingat, orang yang sedang dalam depresi berat, tidak pernah bisa menikmati hidup dengan baik. 

   Masalah bukan untuk dipikirkan saja, tapi diatasi. Masalah tidak akan selesai hanya dengan dipikir. Memang sangat manusiawi jika kita berpikir, tapi jangan terlalu keras berpikir hingga menyiksa tubuh sendiri, itu maksud saya. Berpikir boleh tapi jangan mbatek. 

   Saat putus asa melanda detik itu juga berdoa dan berusahalah untuk melawan rasa itu dengan memasukkan hal-hal yang positif ke dalam pikiran kita, tetap bersyukur pasti ada hikmah dibalik semua kegagalan kita. Hati manusia memikir-mikirkan jalannya tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. 

   Waktu saya sakit, ada seorang yang tidak saya kenal menelepon saya. Dan ia memotivasi saya setiap hari untuk melawan rasa rasa tidak nyaman yang menghantui pikiran saya. Dan ia berpesan kepada saya, “Suatu saat nanti kalau kamu sudah sembuh, kamu juga harus memotivasi orang lain juga.” Dan inilah yang sedang saya lakukan. 

   Hanya orang yang pernah menderita yang tahu bagaimana rasanya menderita. Berbahagialah engkau yang sakit karena engkau akan disembuhkan. Itu penghiburan dari Tuhan. Kuncinya berdoa, berusaha, bersabar, dan bayar harga. Hanya diri kita sendiri yang bisa menyembuhkan. Get well soon my all GERD friends… GBU

Petualangan Baru ke Semarang

   Sekali lagi Tuhan Yesus sangat baik dan peduli padaku. Ia memberiku kesempatan lagi untuk bekerja. Lama menganggur setelah resign dari perusahaan distributor di kotaku, aku pun ikut komsel di gerejaku. Aku ditawari pembimbing komselku untuk kerja di Semarang. Awalnya aku sangat takut karena belum pernah keluar kota sendirian dan aku masih muntah tiap pagi. Tetapi akhirnya aku berani karena disana aku akan tinggal di mess karyawan jadi aku tak perlu pusing mikir kos dan makan. Semua disediakan, aku hanya tinggal kerja aja. 

   Aku pun menyanggupi hal itu dan bosku yang sesama orang Blora datang ke Blora hanya untuk menjemputku. Interview dilakukan di rumahnya dan esok harinya aku berangkat ke Semarang naik mobil bosku. Adikku juga ikut sekalian karena dia sudah mulai masuk kuliah. Disana aku bekerja sebagai admin merangkap akunting. Kami tinggal di sebuah mess bersama bosku. Setiap minggu kami karyawannya berangkat ke gereja sama-sama bos naik mobil. Jadi hampir setiap hari aku kemana-mana sama bosku. Kantor kami jauh dari jalan raya, kami tinggal di lingkungan perumahan elite dan besar. Jarang ada ketemu tetangga. 

   Aku biasa makan pagi tapi di mess pembantunya hanya masak untuk makan siang dan malam hari saja. Lalu aku memintanya memasak nasi lebih pagi agar aku bisa sarapan. Hm special request. Aku masih muntah pagi di mess tapi tak separah waktu sekolah. Aku di mess makan singkong bakar untuk mengobati lambungku. Bulan pertama kerja jadi akunting sudah harus nombok karena uangku ditilep salesman waktu kuhitung di meja karena ga ada bukti dan aku yang salah Akhirnya aku harus rela ga gajian buat bayar uang yang hilang. Salesman yang nilep uangku akhirnya dipecat dari kantor karena ternyata dia juga korupsi. 

   Bulan kedua aku didampingi supervisorku untuk hitung uang setoran salesman. Aku benar-benar jadi akunting pupuk bawang. Ga becus jadi akunting rasanya. Karena aku tak pernah kuliah akunting dan ga paham akunting jadi aku harus sering lembur untuk belajar bikin laporan yang harus disetor seminggu sekali ke kantor pusat di Jakarta. Aku lembur sampai jam 12 malam selama 3 bulan. 

   Disini aku belajar hal baru lagi, aku belajar pake mesin fax, bikin laporan rekening koran, menghitung bonus salesman, menyiapkan kasbon sales, dll. Selama 3 bulan kami tinggal di mess dan kantor akan pindah ke Ungaran. Semua sudah disiapkan tinggal pindah saja, Kami juga sudah survey lokasi kantor baru disana. Eh tiba tiba pindahnya dibatalin karena sebuah alasan yang aku kurang tahu, jadi kami semua harus kos Setelah setahun kerja kantorku pindah lagi ke tempat yang agak jauh ~ Mangkang ~ Gabung dengan EPM. Disana aku bertemu banyak orang dan teman baru. Saat jam makan siang kami semua makan bersama bawa bekal masing masing. Aku sangat senang sekali. 

   Tapi kesenanganku harus berakhir karena perusahaan tempatku kerja gulti (gulung tikar). Bosku menawariku untuk beli tiket travel pulang ke blora tapi aku masih ingin di Semarang karena aku punya banyak teman gereja disini dan masih ingin bekerja disini.

Kesempatan Yang Terlewatkan

    Setelah keluar dari mini market, aku masih muntah setiap pagi tapi tak seperti waktu sekolah dulu. Muntah setelah gosok gigi di pagi hari. Tapi karena sudah jadi kebiaasaan aku tak mengangapnya lagi sebagai beban. 

    Salah satu teman gerejaku mengajakku pelayanan jadi guru sekolah minggu buat mengisi waktu luang. Aku pun menyanggupi meski masih muntah pagi. Aku percaya kalau kita melayani Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan maka Tuhan akan memberkati dan memulihkan kita. Aku sangat bersemangat jadi guru sekolah minggu. Tadinya hanya bertugas mengabsen anak-anak, kemudian memimpin doa persembahan, dan tantangan berikutnya adalah mendongeng kisah Alkitab kepada anak-anak kecil. 

   Waktu itu aku menceritakan tentang Yunus yang dimakan ikan teri eh salah ikan paus. Hehe geli juga kalau inget itu, aku merasa Tuhan memberiku kekuatan dan keberanian saat mendongeng. Aku mulai suka berada di lingkungan anak-anak. 

     Setelah aku selesai dongeng, teman sepelayananku menawariku pekerjaan di kantornya.Wah berkat Tuhan. Ia bekerja di sebuah perusahaan distributor di kotaku. Perusahaan itu terbilang cukup bonafit dan besar. Kesejahteraan karyawannya sangat diutamakan. 3 bulan sekali dapat seragam baru dan ada mobil antar jemput karyawan. Wah pikirku enak juga ya bisa diterima kerja disana. 

   Aku pun membuat surat lamaran kerja dan datang ke kantornya. Pas mau berangkat melamarpun karena grogi muntahku ga berhenti-berhenti sampai mukaku pucat waktu hendak melamar. Sampai disana aku bertemu langsung dengan manajernya. Dia membuka dan membaca surat lamaranku tapi hanya sepintas lalu saja. Karena mungkin aku direkomendasikan temanku jadi nilai danemku yang jeblok tak digubrisnya. Wawancara pun berlangsung, saat dia menanyakan apa aku sudah pernah bekerja. Aku agak dilemma kalau menjawab bagian ini. Kalau aku bilang cuma kerja 2 bulan dan resign karena sakit apa yang ada di pikirannya? Oh aku penyakitan! Tapi kejujuran itu nomor 1 jadi aku jawab apa adanya saja. Dan aku dijadwalkan mengikuti tes masuk minggu depannya. 

    Waktu tes masuk, ada 10 orang pelamar yang datang. Mereka semua rata-rata S1 dan D3. Cuma aku yang lulusan SMA sendiri dengan danem minimalis. Dandanan mereka modis-modis, sangat pantas untuk mendapat point plus di dunia kerja, ga sepertiku yang culun. Aku berangkat tes dalam keadaan mual berat karena muntahku belum selesai tadi. Meski konsentrasinya agak terpecah, untunglah aku bisa menyisakan sedikit kekuatan untuk mengerjakan soal hitungan. 

   Beberapa hari kemudian, aku dipanggil lagi dan bosku bilang aku diterima karena nilai tesku mencapai 9.75. Tapi bosku yang perfeksionis itu bilang, jangan sombong dulu karena kamu bisa menyisihkan sarjana dalam tes ini. Buktinya kamu masih belum 100% betul semua. Masih ada yang salah berarti kamu orang nya tidak teliti. Mak jleb dibilang gitu. Tapi ya sudahlah apa saja kata bos aku terima. 

    Esok nya waktu aku masuk kerja. Lagi-lagi aku muntah sebelum berangkat. Ini benar-benar melelahkan. Karena terburu-buru aku lupa pakai sepatu. Jadi aku ke kantor pake sandal selop dan parahnya lagi itu hari pertama masuk kerja. Aku sangat kepayahan, nasi telur dadar yang kumakan pagi tadi rasanya sudah habis dicerna oleh asam lambungku yang over. Aku lapar padahal masih jam 9.30 pagi. Perutku sudah mulai perih dan aku harus segera ngemil agar tak pingsan. 

   Di ruangan itu ada 4 orang karyawan cewek semua. Mereka terlihat tidak bersahabat denganku mungkin karena aku anak baru dan dandananku agak kuno. Tapi aku tak memperdulikan mereka. Bosku masuk keruangan kami dan menegurku karena pakai sandal. Aku dibilang tidak sopan dan tidak disiplin. Setelah itu aku segera lari ke dalam toilet dan makan biscuit yang tadi kumasukkan ke dalam kantongku. Aku makan 3 keping biscuit itu cepat-cepat karena toiletnya sudah diketuk teman kerjaku. Aku agak kepayahan kalau harus makan lari ke luar dulu karena di tempat kerja ga boleh ngemil. 

   Diterima kerja bukannya senang malah stress. Suasana kerja yang ga nyaman membuatku makin sakit. Teman yang merekomendasikanku masuk ke sana ternyata berubah sikapnya padaku. Aku juga heran. Dia sok ga kenal padaku di sana. Bahkan saat dia pulang dan aku jalan kaki dia mengacuhkanku akhirnya aku numpang mobil kantor. Aku salah apa ya? Pulang kerja kepalaku pusing berat karena manteng di depan komputer tanpa istirahat. Aku harus menghafal kode-kode barang sebelum input ke dalam komputer. Kalau badan sehat sih ga masalah, kalau tubuh sakit meski ngetik komputer saja rasanya tak ada tenaga. Esok paginya aku bolos karena muntahnya sampe siang banget. Baru sehari kerja sudah sakit. 

   Barulah lusanya aku datang ke kantor lagi. Bosku marah-marah lagi. Dia tanya apakah aku kalau hari libur juga muntah? Aku bilang sama saja. Lalu Dia bilang lambungku bisa jebol kalau dipakai muntah-muntah melulu. Dia juga bilang, percuma pinter kalau penyakitan. Aku dikira tidak punya tanggungjawab. Lama-lama kurasakan bahwa aku memang belum siap kerja dengan kondisiku. Aku menyerah dan keluar dihari ketiga. Aku merasa bersalah, gagal dan merasa tidak berguna. Depresi melandaku lagi. 

   Padahal aku adalah harapan adikku dan bapakku. Adikku hendak masuk ke perguruan tinggi dan butuh biaya. Kalau aku keluar kerja adikku harus mencari biaya sendiri. Aku sedih sekali. Tapi untunglah ayah dan adikku menerima kondisiku dan tidak menyalahkanku. Aku tak berani memunculkan wajahku lagi di gereja, aku berhenti pelayanan sekolah minggu. Aku sangat malu dengan teman yang merekomendasikanku itu. Hubungan kami tidak baik. Aku telah melewatkan kesempatan yang bagus karena sakit-sakitan.

Pengalaman Kerja Pertama

   Setelah lulus SMU aku masih saja muntah tiap pagi dan berhenti sendiri kalau sudah agak siang. Esoknya begitu lagi. Seakan jadi kebiasaan buruk. Dalam keadaan sakit pun aku masih punya mimpi untuk bekerja selepas lulus. Tapi sebelum itu 2 orang temanku mengajakku kursus komputer. Aku senang sekali karena sudah lama aku pengen kursus komputer. Kulihat jam kursusnya jam 10.00. berarti aku bisa ikut karena sudah selesai muntahnya. Waktu itu kami kursus program ms. Word dan Excel. 

   Kurang lebih 2 bulan kami kursus. Kedua orang temanku berencana akan kuliah keluar kota tapi aku sama sekali tidak ada keinginan untuk kuliah keluar kota dengan kondisi fisik seperti ini. Padahal dulu waktu ibuku masih hidup aku sangat ingin kuliah, tapi begitu ibuku meninggal dan aku sakit-sakitan keinginan untuk itupun pupus. Setelah kursus selesai, aku tak sabar ingin cepat mencari pekerjaan. Ga enak nganggur di rumah terus. 

   Salah satu jemaat gerejaku menawariku kerja di mini market yang dikelolanya, tadinya dia berencana akan membuka showroom moci (Motor china) tapi belum dibuka. Dan rencananya aku yang disuruh jadi adminnya. Tapi berhubung belum dibuka, aku diminta kerja seadaanya dulu di mini marketnya. Aku kerja dari jam 08.30-14.00 dan 17.00-21.00 (tanpa shift) di lantai 2. Aku jadi pramuniaga dan membantu kasir di sana. Gaji pertamaku sangat minim Rp130.000,-

   Pagi hari ketika masuk kerja yang kulakukan adalah menyapu dan mengepel lantai. Setelah itu baru ngecek barang. Kalau malam banyak anak-anak kecil bermain di lantai 2. Sepanjang hari aku selalu berdiri dan berjalan kesana kemari ngecek barang. Teman kerjaku sangat judes, dia sering menegurku aku mencoba sabar dan bertahan. Gaji pertamaku kubelikan sandal untuk adikku. Aku mengajak adikku ke mini market itu dan memintanya memilih sandal sendiri.

   Yang paling melelahkan karena aku punya kebiasaan ke toilet (beser) padahal toiletnya jauh dari mini marketnya (kira-kira 10 meter) dan aku harus naik turun tangga. Karena sering naik turun tangga, kakiku kaku dan bengkak. Tidak bisa ditekuk. Akupun bekerja sambil pincangan. Melihat hal itu bosku memindahku kerja di lantai 1 agar tidak naik turun tangga lagi. 

   Bulan kedua aku dipercaya jadi kasir penuh. Aku senang jadi kasir karena bisa duduk dan pegang mesin kasir. Aku belajar hal baru disana. Ada tradisi yang dibiasakan oleh teman-teman kerjaku yang mana siapa yang berulangtahun hari itu harus menraktir semua teman-temannya. Padahal gaji sangat minim. Rata-rata yang ulangtahun biasanya tekor, apalagi ulangtahunnya kalau pas gajian. 

   Suatu ketika, temanku membawa mangga muda. Ia membagi-bagikan mangga itu kepada semua karyawan mini market. Aku pun mencoba mencicipi mangga muda itu karena lapar padahal aku sakit maag. Wah, pulang kerja sambil naik sepeda geliyengan dan pusing berat. Sampai di rumah aku muntah-muntah dan pingsan. Besoknya aku keluar kerja.

Desain Blog 2

   Hai, curcol dikit ya...kemarin aku lagi galau berat, daripada stres aku mengalihkan pikiranku dengan mencoba bikin desain blog lagi sambil dengerin pujian rohani di youtube. 

   Kali ini warnanya dominan ijo. Gambar kartunnya gambar sendiri, soalnya kalau beli vektor di internet it's so expensive. berhubung aku suka nggambar jadi lumayan ngirit ongkos daripada beli. sekalian menerapkan ilmu photosopku. Ini belum dicoding jadi baru sketsa aja ya :) 


Berawal dari Maag

   Hai, hari ini aku mau cerita awal mula aku sakit dan hidupku berubah 180 derajat sejak itu. Aku merasa berbeda. Tidak seperti orang normal dan kurang bisa menikmati hidup. Kadang kita menjadi anak yang bandel dan mengabaikan pesan baik yang disampaikan orangtua kita. Dan ketika kita mengalami apa yang menjadi akibat dari ulah kita maka kita baru menyesal, seperti kisah saya berikut ini. 
   
    Sejak kecil bapakku selalu melarangku untuk hujan-hujanan apalagi dalam keadaan perut kosong, harus selalu membawa payung/ jas hujan kalau sudah mulai mendung. Jika hujan turun dan lupa membawa jas hujan maka harus berhenti sebentar dan berteduh sampai hujannya reda. 
   
   Mengapa beliau berkata demikian? Karena bapakku sangat mengenal kondisi fisikku yang lemah. Aku mudah masuk angin dan sakit. Ibuku selalu menyuruhku untuk rajin makan sayur. Sedangkan aku sangat tidak suka sayur sejak kecil. Aku lebih suka makan ayam dan makanan enak-enak lainnya. 

   Mari kita flashback sebentar ke tahun 1999, beberapa bulan sejak ibuku meninggal dunia karena kanker telinga. Aku adalah penggemar mie instan sejak SD. Hampir setiap hari aku membuat mie instan versi jumbo. Rasanya aku sangat addict dengan mie ini karena enak dan praktis. Kesalahan terbesarku adalah dulu, aku lebih memilih makan mie instan dibanding makan sup buatan ibuku yang sudah susah susah dimasaknya (Kalau dipikir-pikir sekarang menyesal).

    Pagi itu aku berangkat ke sekolah terburu-buru hingga tak sarapan pagi sebelumnya. Kukayuh sepedaku dengan cepat karena tiba-tiba awan mendung dan turunlah hujan yang sangat deras. Sampai di sekolah, bajuku basah kuyup . Segera aku lari ke kantin karena sudah sangat lapar. Aku memesan sepiring nasi pecel dan teh manis. Pada suapan pertama tiba-tiba perutku mual dan ingin muntah tapi kutahan. Jam pelajaran sudah akan dimulai, namun bajuku masih basah kuyup. Dan yang membuatku jadi tontonan yaitu aku lupa menarik resleting rokku karena terburu-buru berangkat. Hingga salah satu temanku memberitahukan hal itu kepadaku. Ups malu sekali. 

    Sejak aku kehujanan pagi itu, setiap pagi hari setelah bangun tidur aku selalu morning sickness. Ditambah lagi semenjak meninggalnya ibuku setiap pagi aku merasa berbeban berat. Aku dan adikku sangat bergantung pada ibuku. Masalah makanan tentunya. Kalau ada ibuku makanan selalu siap di meja makan dan tinggal makan aja. Kadang karena kelewat manja, sudah ada makanan pun ga mau ambil makan sendiri tapi minta diambilkan. Tapi sejak ibuku meninggal mau tak mau aku harus beli makan sendiri dan itu rupanya bisa bikin aku stress. 

   Karena terbiasa semua sudah siap di meja makan. Rasa malas bisa jadi stress. Karena stress muncul ketika kita tidak ingin melakukan sesuatu yang tak ingin kita lakukan dan itu membuat kita tertekan. 

   Aku masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku selalu muntah di pagi hari (karena stress) rasanya pengen cepet lulus. Aku sering bolos masuk sekolah karena muntah asam lambung berjam-jam. Anehnya muntahku berhenti setelah lewat jam 9 pagi setiap harinya. Siang harinya aku ke rumah temanku dan meminjam buku catatan sekolah. Aku masuk sekolah kalau ada ulangan/tes saja. Aku tidak pernah ikut upacara bendera karena tak kuat berdiri/ pas bolos. 

   Setiap hari adalah untung-untungan buatku. Kadang aku bisa menghentikan muntah sebelum jam 7 atau bahkan di sekolah masih muntah lagi. Kadang aku harus ikut ulangan susulan karena tidak bisa masuk pas ada ulangan. 

    Aku berobat puskesmas dan diberi antasida. Karena tak ada perubahan aku periksa ke dokter spesialis penyakit dalam dan dokter memberiku obat maag dan 6 macam obat penunjang lain namun tak kunjung sembuh. Aku tetap muntah karena stresku lebih kuat daripada keyakinanku akan obat yang bisa menyembuhkanku. 

   Yang paling menantang adalah saat ikut ujian akhir SMU. Aku harus bisa mengendalikan pikiranku supaya tidak muntah dan tak terlambat masuk sekolah. Untunglah aku lolos dan tidak terlambat saat itu. Tapi saat mengerjakan soal ujian tentunya aku tidak bisa berkonsentrasi penuh karena merasakan mual yang sangat di perutku. Akhirnya setelah berjuang dengan kelemahan diriku, aku pun lulus dengan nilai yang sangat kurang dan aku masih bergumul dengan muntah setiap bangun tidur.

Belajar Mencoba Makanan Pasca GERD

   Mungkin saya telat posting tentang hal ini, sejak 6 tahun yang lalu sembuh dari muntah-muntah berkepanjangan karena cairan empedu saya mengalir masuk ke lambung. Bahkan akhir-akhir ini saya lagi males nulis di blog, tetapi kemudian ada sang motivator teman baru di facebook yang sakit GERD yang membuat saya ingin posting lagi soal penyakit GERD gara-gara baca tulisan saya di blog. Terima kasih ya guys, saya jadi punya bahan menulis hihi. 

   Secara spesifik dulu saya memang pernah merasakan gejala-gejala sakit tersebut meskipun dokter bilang saya terkena bile refluks. Apa sih yang saya rasakan? Ya seperti tenggorokan mengganjal di pagi hari setiap bangun tidur, susah menelan makan, sampai-sampai karena rasanya makanan itu ga bisa turun-turun kebawah, makan siangku tak bisa kutelan dan akhirnya muntah sampai malam. Kalau anak kecil kayak gumoh gitu ya, mungkin rasanya pengen meludah mulu, karena ga nyaman jadi aku muntahin aja. Kadang kedinginan, gangguan kecemasan bila ada diluar rumah/ di tempat umum (agoraphobia). 

   Kalau masalah agoraphobia ini saya rasa wajar ya, kalau orang dengan kondisi ngedrop pasti males keluar rumah, kalau aku malesnya karena cemas aja takut muntah di jalan/ pingsan di jalan. 

   Ok, sehubungan dengan judul yang saya tulis di atas, mungkin Anda bertanya, makan kok belajar sih kayak anak kecil aja? Hehe, Coba kita bayangkan sejenak, bila makanan kita makan tidak bisa diterima dengan baik oleh pencernaan kita - misalnya nih, aku suka sate ayam wah tapi kan sate ayam itu ada bumbu kacangnya, sakit GERD tidak boleh makan makanan yang berbumbu kacang macam sate ini. Enak di mulut tapi ga enak di perut. Mau makan was was, duh kalau muntah gimana ya? Itu pikiran yang selalu menghantui saya tiap nyoba makanan setelah sembuh. 
  
  Percaya tak percaya, waktu kos dulu, saya setiap hari makan bubur abon selama 3 bulan. Bukan blenger lagi sudah sangat tidak tahu apa yang harus saya makan karena semua makanan yang saya makan tidak bisa diterima dengan baik oleh lambung saya. Namanya juga kos, terbatas mau keluar makan jauh dari warung makan, saya kemana-mana naik mersi (mersikil alias on foot/ jalan kaki) jadi kalau mau beli makan ya cari seadanya yang deket-deket situ tapi kan karena yang deket ga ada yang bisa diterima lambungku jadi amannya aku bubur sendiri pake magic com dan beli abon. 

   Betapa lemesnya makan seperti itu apalagi harus kerja juga. Di kantor bawaannya ngantuk, lemes, dan tidak bertenaga, apalagi saat itu saya juga terikat obat penenang. Sampe-sampe temen kosku bilang gini, “Emang kamu seumur hidup mau makan bubur abon mulu? Nyoba yang lain kek.” 

   Awalnya aku agak takut mencoba, pas ada soto ayam lewat depan kos, aku pun memberanikan diri makan soto. Ga pake ayam, Cuma kuahnya doang ya namanya juga percobaan. Dan saudara tahu? Saya waktu mau makan soto itu berdoanya kenceng banget. 

   “ Tuhan Yesus, aku takut makan ini, takut muntah Tuhan. Ya Tuhan berkatilah soto ini biar perutku ga demo. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.” 

   Saat itu saya baru menyadari bahwa bisa makan segala macam makanan itu anugrah Tuhan yang tiada taranya. Kadang kita sudah bisa makan aja masih suka milih-milih, milih yang enak dan doanya tu cepet banget kayak laporan sama komandan perang. Terima kasih Tuhan atas makanan ini. Amin. Dah selesai. 

   Tapi kalau sudah mengalami seperti saya ini, rasanya baru bisa mengucap syukur. Setiap saya habis makan reaksinya muncul setengah jam kemudian. Saya makan soto itu sampe gemeteran karena takut muntah meski sudah berdoa. Sebelum makan soto sampe saya pikir dulu, itu soto bumbunya apa aja ya, bisa gak diterima lambungku. Paranoidku benar-benar sudah diluar batas kewajaran manusia. Dan setengah jam kemudian jika memang lambungku menolak biasanya muncul pusing di dahi depan dan empeduku perih lalu muntah berjam-jam. Itu reaksiku kalau salah makan. Tetapi untungnya Kasih Tuhan masih memberkatiku. Aku lolos makan soto meski kuahnya doang. Esok harinya nyoba lagi dikit-dikit pake ayamnya meski hanya 1-2 suwir. 

   Setelah benar-benar tidak pernah muntah lagi, aku masih juga takut mencoba makan.Dulu aku tidak bisa makan sawi. Kemudian setelah bertahun-tahun baru berani nyoba meski hanya selembar, lambat laun mulai nyoba makan taoge, makanan gorengan meski aku batasi minyaknya. Tapi asli tersiksa banget kalau makan banyak pantangan dan kalau Anda model bosenan sama makanan yang itu itu aja, jangan sampe kena GERD. Tersiksa !!! Tapi saya berusaha menerima keadaan dan tetap bersyukur masih bisa makan. 

   Saya geli waktu baca status teman saya di facebook yang baru saja menikah dan harus pindah ke kota kelahiran suaminya. Dimana dia bosen dengan makanan yang ada di kota tersebut. Pikir saya, lha baru gitu aja bosen, masih bisa makan berbagai macam makanan kan bisa diatasi dengan masak sendiri atau ganti menu yang lain, kalau sudah sakit kita ga bisa milih-milih makan yang kita suka lagi. Lha mau gimana lambungnya ga mau terima. Jujur dibanding teman-teman lain yang nekad soal makan, saya lebih takut mencoba. Mengingat reaksi seperti itu siapapun dalam kapasitas saya pasti akan berpikir yang sama. 

   Bapak saya selalu bilang, kalau sudah dimakan ya jangan dipikir. Penting banget doa sebelum makan itu. Puji Tuhan setelah melewati semua hal dan percobaan bagai bayi yang baru belajar merangkak, kondisi saya sudah lebih baik daripada sebelumnya. Apa kuncinya? 

Make your life so happy although your life not so happy,
 because healthy is worthy. 

    Semoga teman-teman yang masih bergumul dengan sakit GERD lekas sembuh ya. Amin.

Cara Menghapus Fanspage Facebook

   Fanspage Facebook yang sudah terlanjur dibuat pengen dihapus? Hm, mungkin ada alasan khusus ya hehe. Ok, Hari ini aku mau berbagi tutorial cara menghapus fanspage facebook. Kebetulan aku juga mau menghapus fanspage yang sudah terlanjur kubuat dan pengen buat yang baru lagi. Caranya sebagai berikut : 

  1. Masuk ke akun facebook Anda 
  2. Klik tanda segitiga di pojok kanan atas → Halaman yang Anda buat 
  3. Klik Pengaturan 
  4. Scroll mouse agak kebawah di bagian HAPUS HALAMAN → Sunting

  5. Hapus Halaman Anda secara permanen → Hapus
Nah, sekarang fanspage facebook Anda sudah tidak ada lagi kan?

Uang di ATM Tidak Keluar

   Kemarin aku ke ATM BRI. Kupikir bank sudah buka eh ternyata masih dalam masa libur lebaran. Niatnya aku mau ambil uang dan bayar BPJS via ATM. Pas kumasukkan kartu ATM ku dan menekan sejumlah uang ternyata uang yang hendak kuambil tidak keluar juga. Langsung kutekan tombol cancel untuk membatalkannya. Kartu ATM ku kukeluarkan dan keluar juga struk bertuliskan ATM tidak dapat memberikan sejumlah uang yang Anda minta. Rekening Anda tidak akan didebet.” 

   Waktu aku menemukan problem ini, aku sempat bingung. Belum pernah ada kejadian ambil uang di ATM dan uangnya ga keluar. Untung ada adikku, dia langsung menyuruhku mengecek saldo. Syukurlah saldonya masih utuh. Malamnya aku cek kembali di internet bankingku, terlihat ada debet dan kredit dengan jumlah yang sama. 

   Rupanya uang tidak keluar karena persediaan uang di dalam ATMnya habis belum diisi lagi ya mungkin karena masih libur lebaran hehe.. so, jika kita mengalami hal serupa jangan panic dulu ya, asal saldonya tetep si oke, kalau saldonya berkurang dan uangnya ga keluar nah itu yang jadi masalah hihi..