Apa kata Google Tentang Saya?

  Hm, kayaknya penting banget ya mengetahui apa pendapat orang lain tentang saya? Memang sih yang paling tahu siapa saya ya saya sendiri tapi kalau ada aplikasi macam begini ya boleh juga deh dicoba buat memenuhi rasa kepo saya yang cukup besar. Hehe 

  Hari ini saya baca status teman yang baru saja mengklik link aplikasi di internet yang berjudul Google Yourself and See Crazy Things About You di http://xeefunapps.com/ 

   Karena saya sangat penasaran, pengen juga nyobain. Apa sih kata Google tentang saya? Hehe…dan saya temukan hal ini :


Moocen Susan memiliki tipe praktis dan kepribadian tradisional. Dia tidak tertarik pada teori-teori, Dia percaya dalam contoh nyata. Dia adalah seorang pekerja keras. Dia memiliki kualitas kepemimpinan


   Hehe bener juga tuh google. Saya emang ga suka teori, lebih suka praktek. Apalagi kalau ga mudeng dengan hal tertentu, pasti brondong pertanyaan, mendetail sampe mungkin yang jelasin sebel sendiri. Hehe maaf ya.. kan ada pepatah bilang malu bertanya sesat di pasar eh di jalan. 

    So, what about you? Mau tahu juga? Klik aja link berikut http://xeefunapps.com/shares/google_yourself/10201332668638083/ 

dan ada juga yang di 
http://bitecharge.com/play/career?sess=r3#r32770294645686343

ini hasilnya: 

Designer

You're extremely creative, profoundly imaginative, and an original thinker. You see something in your head, and your brain has a way of figuring out how it should come into existence. You see something in the world, and you already know how to improve it tenfold. You have the power to affect people's emotions and the ability to truly change how people perceive things.

Menjaga Mood di depan Anak-anak

   Aku memang belum punya anak sendiri, tapi sehari-hari aku mengajar murid-murid lesku yang masih duduk di bangku SD. Dari apa yang kupelajari dari karakter anak-anak yang kadang ada yang manja, ngambekan, kadang juga bisa begitu ceria dan bersemangat cukup membuatku latihan sabar dan menjaga mood di depan mereka. 

   Paling susah kalau ngajar anak lagi ngambek, ga mau nulis atau membisu di pojokan, wah itu kadang yang membuatku makin bingung ga tau apa maunya ni anak. Kalau sudah begitu rasanya terbesit pengen cepet selesai aja lesnya. Aku juga pernah hampir nyerah menghadapi anak-anak model begini. Sampai–sampai aku lebih enjoy ngeblog daripada ngajar les. Aku bisa betah duduk berlama-lama di depan komputer mantengi kode script CSS dan HTML, utak utik blog daripada ngajar yang cuma sejam 2 jam aja. 

   Tapi rasanya untuk berhenti mengajar sangat sulit, karena setiap kali aku ingin berhenti selalu saja ada murid baru yang membuatku tak punya pilihan selain menjalaninya. Ini tantangan buatku. Nah, lalu bagaimana kalau aku yang lagi badmood ngajar, kadang pas capek keceplosan agak bernada tinggi, tapi untungnya selalu ada reminder di hatiku. Oh ya aku sudah mulai emosi, langsung aku netralisir kembali nada suaraku. 

   Mengajar anak-anak memang butuh kesabaran ekstra. Ini kayak latihan dari Tuhan buatku. Sebelum punya anak sendiri, Tuhan rasanya pengen melatihku sabar ngajar anaknya orang lain. Anak-anak kecil cepat sekali merespon emosi kita. Oleh sebab itu pengendalian diri sangat penting.

Ucapan Ultahku

   Kalau diingat lagi, aku tuh merayakan ultah baru dirayakan sekali seumur hidup. Itu aja agak maksa minta dirayain pas usiaku 10 tahun. Gara-gara lihat temen-temen SD-ku tiap mereka ultah selalu dirayain oleh ortu mereka. 

   Aku undang temen-temen sekolahku untuk datang kerumahku. Sehari sebelum aku ultah yaitu 17 Agustusnya aku baru bilang ke ibuku kalau aku mau undang teman-teman kerumahku. Wah reaksi ibuku waktu itu kaget plus agak marah karena ibu ga ada rencana dan ga pernah ada di kamusnya ngerayain ultah anaknya sebelum ini. 

   Karena persiapan serba mendadak, malam itu ibuku pergi ke toko roti dan pesen kue lapis bukan kue tart. Kue tartnya diganti tumpeng buatan ibuku. Aku mendapat hadiah buku dan alat tulis dari bapakku dibungkus kertas kado dan pita merah putih. 

   Teman-teman sekolahku datang ke rumahku dan aku sangat senang sekali karena dapat banyak kado. Dan itu adalah ulangtahun pertama dan terakhir yang kurayakan bersama ibuku. Seandainya waktu itu aku ga maksa ibuku untuk rayain aku ultah, aku tak pernah lagi punya kesempatan merayakan ultah bersama ibuku selamanya. 

   Kini di usiaku yang ke 32 aku memang tak merayakan ultah lagi, tapi yang special adalah kalau dulu aku banyak dapat kado sekarang udah besar dapatnya banyak doa ucapan ultah dari teman-temanku di dunia maya. Meskipun wall facebookku kufilter tapi aku salut mereka tetap kirim ucapan ke inboxku. Oh makasih sangat ya teman-temanku.. maaf tidak bisa membalas satu persatu.. Hehe.. 

   Dan yang special lagi aku mendapat ucapan ultah dari sebuah survey online Nusaresearch yang sudah lama kuikuti dan yang telah banyak berjasa memberikan pulsa gratis setiap bulannya karena aku rajin ngisi survey online dan Nusaresearch itu terbukti sangat ontime kalau kirim pulsa hihi.. makasih banget ya.. 

   Oya aku juga dapat ucapan ultah dari RBC ministries yang juga selalu mengirimiku buku renungan harian gratis untuk bahan saat teduhku. Di usiaku yang sudah tak muda lagi, aku cuma pengen bertemu dengan PHku.

Gagasan Menulis Keluhan GERD

   Waktu saya sakit saya pernah menemui 3 orang psikiater yang berbeda dan 1 orang psikiater yang sudah senior. Disana saya mengungkapkan semua keluhan yang saya rasakan dan apa saja yang saya pikirkan yang menjadi beban pikiran. Kemudian Psikiater itu bertanya hal-hal yang menurut saya sepele tapi dari apa yang ditanyakannya itu bisa menyentuh hati saya dan membuat saya menangis tanpa sebab. Mungkin itu adalah akar permasalahan yang saya tidak sadari. Selanjutnya psikiater itu menyarankan saya untuk relaksasi dan minum obat penenang sampai saya benar-benar bisa menguasai diri dan keadaan. 

   Kadang kalau saya ditanya, “Kamu mikir apa sih kok bisa sampai depresi?” Pasti jawab saya, ga mikir apa apa, entah kenapa tiba-tiba itu masuk ke alam bawah sadar saya. Salah satu cara untuk mengingat kembali apa yang menyebabkan kita depresi adalah dengan mengungkapkan semuanya secara detail. Jika kita punya teman curhat itu juga bisa membantu meringankan beban kita, tapi jika kita tidak punya seorangpun untuk dicurhati dan semua orang menganggap kita lebay, aneh, dll. Tentu hal itu akan membuat kita semakin pesimis menghadapi penyakit ini. 

   Rata-rata semua yang mengalami sakit ini butuh motivasi dan keluhan yang ingin didengar, bukan dianggap aneh/ lebay. Selain kita harus berdoa kepada Tuhan yang tak pernah bosan mendengar keluhan kita, saya menemukan sesuatu dari menulis. Dengan menulis maka kita bisa sedikit mengurangi stress kita karena menulis adalah terapi stress. Menulis semua keluhan atau apa yang kita alami dapat membantu kita mengungkapkan/ mengeluarkan uneg-uneg yang ada di dalam hati dan pikiran kita bagai curhat dengan teman yang mendengarkan kita. 

   Sehubungan dengan hal itu, kali ini saya punya ide/ gagasan untuk kita semua yang pernah mengalami keluhan sakit GERD baik yang sudah sembuh maupun yang belum sembuh. Yang sudah sembuh bisa share pengalamannya dari sakit hingga mendapat kesembuhan sedangkan buat yang masih sakit bisa menulis awal mula sakit dan segala macam keluhannya. 

   Hal ini sangat penting juga buat teman-teman lainnya untuk mengenal apa itu GERD dan bagaimana saja sih keluhan-keluhan yang dirasakan oleh penderita GERD. Saya menyediakan blog saya untuk menampilkan tulisan-tulisan kita semua secara gratis 

   Mengingat hampir setiap hari saya menerima permintaan pertemanan dari penderita GERD yang mengungkapkan keluhannya sakit GERD kepada saya. Saya minta maaf karena pengalaman saya untuk sembuh rupanya tidak bisa membantu teman-teman yang sakit GERD karena obat yang saya minum cocok-cocokan. Jadi saya punya gagasan ini untuk membantu teman-teman menuliskan keluhan di blog saya sebagai terapi bagi jiwa kita. 

   Kita tahu bersama bahwa sebuah blog  akan dibaca oleh banyak orang di seluruh dunia, mungkin saya pribadi tidak punya solusi bagi Anda, saya hanya bisa memotivasi saja, tapi mungkin dengan kita menulis maka bisa saja ada orang yang membaca tulisan kita dan dapat memberikan masukan. Blog ini akan jadi blog dari, oleh, dan untuk kita semua. Saya akan sediakan ruang khusus untuk tulisan bapak/ibu/ saudara/I tentang GERD. 

   Nah, buat teman-teman yang ingin berkontribusi secara sukarela bisa mengirimkan tulisannya ke inbox fb saya/ atau tulis dalam bentuk File Ms.word dan kirimkan ke email saya di moocensusan@gmail.com atau bisa juga tulis pesan Anda di live chat saya di pojok kanan bawah blog saya ini yaitu berupa pengalaman/keluhannya tentang sakit GERD dengan menyertakan :

Nama: 
Umur: 
Akun FB/ alamat email :
Keluhan/ Pengalamannya sakit GERD (bisa diceritakan dengan detail dari awal mula sakit, berapa lama sakit, apa saja keluhannya, sudah minum obat apa saja, dll) 

   Saya mempunyai gagasan ini juga karena tidak semua teman-teman punya blog. Jadi saya hanya membantu saja menyediakan ruang di blog saya ini. Tulisan yang Anda kirimkan akan saya tampilkan di blog saya. It’s FREE. 

   Adapun cara untuk mengetahui apakah tulisan Anda dikomentari oleh pembaca saya, Anda bisa mengeceknya dengan cara ketikan judul tulisan Anda pada kotak pencarian yang ada di pojok kiri atas blog saya ini dan tekan tombol enter pada keyboard laptop/PC Anda.(bagi yang belum tahu caranya hehe).

    Saya berharap dengan menulis maka dapat menjadi terapi stress yang menyebabkan kita sakit. Tulisan Anda mungkin akan dibaca dan dikomentari oleh para pembaca blog saya. Jadi, yuk kirimkan tulisanmu ^^ 

  Saya pun jika sedang banyak pikiran, dan tidak ada teman curhat, saya selalu menulis sambil mendengarkan music yang menenangkan jiwa (lagu-lagu rohani). Dan hasilnya saya jadi lega setelah menulis. 

   Mungkin penyakit kita tidak sembuh secara instan hanya dengan menulis saja, tapi sekali lagi ini hanya media, sarana yang mungkin simple tapi cukup membantu kalau kita yakin akan sembuh maka kesembuhan akan datang pada kita. 

   Banyak orang menjadi sakit hanya karena pikirannya tertekan dan tidak tahu harus curhat kemana. Menulis bukan satu satunya solusi tapi bisa menjadi salah satu solusi dan terapi bagi jiwa kita semua. 

Disclosure : 
Segala tulisan yang disampaikan teman-teman diluar/bukan tanggungjawab saya sebagai pemilik blog. Anda juga bisa langsung menghubungi orang yang bersangkutan (baik lewat email/ akun facebooknya) apabila menemukan gejala sakit yang sama agar bisa saling curhat. Oleh sebab itu penting memasukkan alamat fb/ email agar bisa dihubungi. Tidak diperkenankan promosi/ jual-beli obat di blog saya. 

   Menulis di blog ini tidak akan dipungut biaya apapun. Bagi Anda yang ingin bergabung dengan komunitas penderita GERD bisa join di grup facebook GIHM Indonesia atau dengan grup Sehat dengan Food Combining 

Semoga kita semua lekas sembuh dan sehat selalu serta dapat menjadi berkat bagi sesama penderita GERD di Indonesia khususnya.

Jangan Mudah Kecewa

   Semua orang pasti pernah kecewa atau mengecewakan orang lain. Hal seperti itu seakan terjadi begitu saja. Kita ga bisa mengendalikan segala sesuatu seperti yang kita mau. Kita juga ga bisa memaksa orang lain untuk menuruti apa yang kita kehendaki. 

   Kekecewaan biasanya terjadi saat kita terlalu berharap kepada orang lain. Katakanlah pamrih. Kita memberi sesuatu pada orang lain dan berharap orang tersebut membalas perbuatan baik kita itu dan apabila orang yang kita harapkan tadi tidak membalas kebaikan kita maka tanpa sadar sudah menjadi kecewa. 

   Ada orang yang bikin status di facebook mengeluh karena saat dia diminta ngevote/ like sebuah kuis yang diikuti temannya dia dengan gampang memberikan like. Tapi ketika giliran dia yang minta vote/ like eh teman yang diharapkan tadi ternyata “agak pelit” kasih vote. Trus dia nyindir temannya ini di facebook. Berharap teman yang dimaksudnya ini sadar kalau apa yang dilakukannya itu salah karena telah mengecewakannya. Ya kalau temannya itu sadar/ baca statusnya. Nah kalau cuek aja gimana? Apa ya ga dia sendiri yang rugi/ sakit hati? Apa dengan menulis status seperti itu temannya langsung minta maaf dan ngasih like? 

   Intinya kita tidak bisa memaksa orang lain karena, itu hak masing-masing orang. Nah, bagaimana caranya agar kita tidak mudah kecewa terhadap sikap orang lain pada kita? Pertama kita harus ikhlas menerima sikap orang tersebut, menyadari bahwa oh ya orang kan beda karakter, namanya juga manusia, ah wong orang ga cuma satu aja kok, masih banyak orang lain yang mungkin mau memberikan votingnya pada sebuah kuis yang kita ikuti. 

   Dan jangan pernah berharap sama manusia, tetapi daripada kecewa pada harapan yang sia-sia mengapa kita tidak berdoa saja kepada Tuhan sebagai Sang Sumber Berkat itu sendiri? Tuhan itu sendiri yang akan memberkati kita dengan caraNya yang ajaib. 

   Kenapa kita diijinkan untuk kecewa? Supaya kita tahu tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Usaha memang perlu tapi jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, kita bisa capek hati dan pikiran, sedangkan bagaimana dengan orang yang mengecewakan kita? Apa dia juga merasakan apa yang kita rasakan? Nggak kan? So, mari kita belajar ikhlas. 

   Mungkin orang yang kita harapkan memang tidak bisa bisa membantu kita tapi kalau Tuhan yang punya mau pasti Dia akan mengirimkan orang yang tidak kita duga untuk membantu kita. 


   Contoh lain lagi: Dulu waktu pertama kali saya buka usaha les privat di rumah, saya baru saja resign dari tempat saya kerja dan pulang ke Blora tanpa ada kenalan lagi karena teman-teman saya ada diluar kota. Saya usaha dengan cara membuat dan membagikan brosur sendiri ke sekolah-sekolah, ketemu ibu-ibu sama anaknya di mall saya kasih brosur, lihat banner di toko-toko yang pasang nomer HP saya sms-in semua saya nawari jasa les privat saya, pokok nya tiap lihat ada nomer HP saya sms-in. Saya ga tau orang yang saya sms itu punya anak atau nggak pokoknya saya nawari saja (modal nekat dan agak memaksakan diri). 

   Lalu saya juga menghadang anak-anak SD saat pulang sekolah lalu memberikan brosur kepada mereka tapi mereka malah lari dikira saya mau menculik anak-anak. Jujur saya capek karena tidak satupun murid yang les di tempat saya hasil dari brosur yang sudah saya bagikan. Usaha ga berhenti sampai disitu. Saya door to door ke tetangga di sekitar rumah saya menawarkan jasa les privat saya. Sampai pernah diusir katanya anaknya ga butuh les, pernah ada yang janji mau datang tapi setelah saya tunggu ga datang juga, Ada juga orangtua murid yang meremehkan karena saya cuma lulusan SMU. Saya pun merasa putus asa dan kecewa dengan keadaan tersebut. 

   Bapak saya selalu mendorong saya untuk tetap berdoa meskipun saya sudah berusaha tapi tanpa doa usaha saya itu akan jadi sia-sia. Dan benar saja, setelah saya berdoa, tiba-tiba mujizat terjadi. Bukan dari brosur, bukan dari sms. Tapi sebuah pengalaman yang tak pernah saya pikir sebelumnya. Mantan bos saya yang sudah 8 tahun tak pernah bertemu dengan saya. Tiba-tiba hari itu dia datang ke rumah saya, dan kami ngobrol. Lalu, iseng-iseng dia tanya apa kesibukan saya. Dan saat saya bilang kalau saya buka usaha les, rupanya dia sangat mendukung usaha saya itu. Ketika dia pulang, dia sms saya, dia carikan saya murid yang akhirnya mau les di tempat saya. Dan sejak saat itu, murid-murid les yang lain datang sendiri ke tempat saya. Saya tak pernah bagi brosur lagi. Sungguh ajaib ya kalau Tuhan yang kerja? 


   Oleh sebab itu tetaplah percaya. Jangan mudah kecewa. Belajar untuk tetap bersyukur. Kalau waktu itu saya kecewa, saya pasti ga mau ngelesi lagi. Akibatnya yang rugi saya sendiri kan? Kekecewaan saya tidak bisa membuat orang datang kepada saya lalu mendaftarkan anaknya les di tempat saya. Tetapi dengan berserah dan mengandalkan Tuhan maka apa yang mustahil bagi manusia itu mungkin bagi Allah. Minta Tuhan hati yang tak mudah kecewa sekalipun orang lain mengecewakan kita. Agar kita tetap punya hati besar dan tidak lemah. Jangan mau dikuasai keadaan. Sebaliknya kitalah yang harus bisa menguasai keadaan. 

    Sedikit share, jika ditarik benang merah terhadap apa yang terjadi pada saya pada tahun 2006-2007 dimana saya kena Bile refluks salah satu factor penyebabnya adalah depresi yang berkepanjangan. Karena saya membiarkan keadaan menguasai hidup saya sehingga saya terkena depresi yang mengakibatkan saya kehilangan sukacita dan kesehatan. Karena saya sensitive, mudah kecewa, saya pun merasakan kerugian dari kekecewaan itu. 


   Setelah melewati semua ini, barulah saya bisa mengerti bahwa kekecewaan itu hanya akan menggerogoti kesehatan kita. Orang yang lemah di masa kesesakan kecil kekuatannya. Karena Janji Tuhan hanya untuk orang yang kuat, maka janganlah kita menjadi lemah sampai Tuhan datang menolong. Amin?

Dilema Resep Masakan

   Bile refluks yang saya alami selama 2 tahun telah membuat saya tidak bisa makan makanan secara bebas seperti saat sebelum saya sakit dulu. Meskipun sudah tidak pernah muntah-muntah asam lambung lagi selama 6 tahun tapi untuk bahan makanan tertentu sampai sekarang saya masih belum bisa mengkonsumsi: aneka olahan (tahu, tempe, aneka seafood, roti basah/ anek kue kering, mentega, jahe, kacang). 

   Efek samping dari bahan makanan itu jika saya konsumsi maka akan menimbulkan mual/ rasa tertusuk di bagian empedu saya. Saya pikir empedu saya ada batu/ polipnya tapi setelah di USG tidak ada apa apa disana. Ini yang bikin heran mengapa saya tidak bisa lagi makan makanan tersebut. 

   Akibatnya saya masih menjaga makan hingga sampai saat ini. Paling dilemma itu kalau ingin mengikuti resep masakan, pasti ada bahan yang tidak saya sertakan dalam masakan buatan saya itu. Akibatnya rasanya akan berbeda. 

   Misalnya ada resep Cah Cumi Brokoli. Bahannya ada cumi, broccoli, kembang kol, bawang putih, jahe, dan daun bawang. Disana juga ada resep untuk membuat saus cabainya. Bahan diatas yang tidak bisa saya konsumsi adalah cumi, jahe dan saus cabe. Jadi kalau saya buat masakan cah cumi broccoli namanya jadi berubah cah broccoli tanpa cumi, jahe dan saus cabe. Rasanya? Hm…beda banget 

   Jadi mau tak mau ketika ingin mengikuti resep masakan, maka saya harus seleksi lagi mana bahan makanan yang bisa diterima pencernaan saya ini. Seperti kata ahli gizi saya, makan saja apa yang bisa kamu makan, karena masing-masing orang punya kondisi yang berbeda. Oh, sungguh dilemma… Salah seorang teman menyarankan saya makan irisan mentimun dan kol mentah sebelum makan siang dan makan malam. Semoga suatu saat nanti saya bisa normal kembali.

Cara Menampilkan Menu Laman Statis Blogspot Terbaru

   Hai, bagi tutorial lagi nih. Sebenarnya tutorial yang saya tulis disini buat catatan pengingat saya aja sih haha. Tapi semoga juga bermanfaat buat kita semua yak. 

   Pas lagi utak utik blog eh saya baru sadar ternyata blogspot 2014 tampilannya udah baru lagi (ups ketinggalan info). Yaitu pada bagian menu lamannya. Tadinya saya pikir menghilang karena saya utak utik, ternyata tampilannya emang begitu dari sononya. Kalau yang dulu misal mau nampilin laman tinggal klik tampilkan/ publish aja sekarang agak sedikit ribet menurutku. Tapi setelah dicoba ga ribet ribet amat kok hehe dicoba ya dicoba . 

 Ok, berikut ini caranya : 
  1. Masuk ke dashboard blog, lihat tampilan dibawah ini → klik laman baru 
  2. Tulis nama laman yang ingin anda tampilkan misalnya ARTIKEL → simpan → publikasikan.
  3. Ulangi cara ke-2 (membuat laman baru dengan nama yang berbeda, misalnya KONTAK SAYA, ARTIKEL dll) → simpan → publikasikan hingga tampilannya seperti ini : 
  4. Klik TATA LETAK – TAMBAHKAN GADGET
  5. Klik LAMAN, akan tampil seperti gambar berikut ini. 
  6. Centang semua opsi → simpan
  7.  Simpan setelan lihat blog Anda 
Catatan :
*) Untuk mengatur urutan letak menunya, Anda bisa menyeret tempatnya (lihat di tutorial nomor 6) 
*) Untuk membuat laman dengan tautan ekternal bisa diedit dari tutorial nomor 6 juga. 
Oke, selamat mencoba ya..

BBLog: Everyday with Simply Stay by Mustika Ratu Blogging Competition

   Dalam kehidupan harianku, sebagai cewek, aku memang suka tampil apa adanya dan so simple. Masalah make up hanya pada event-event khusus saja sih. Dan kalau pun pake make up pengennya yang simple juga tapi bisa tahan lama alias ga luntur, dan yang lebih penting lagi nih harganya terjangkau tapi terlihat berkelas. Sampai akhirnya aku nemuin sebuah tawaran sample produk Simply Stay Mustika Ratu gratis dari BBlog. 

   Mustika Ratu merupakan sebuah brand produk kecantikan Indonesia yang update dengan tren make up masa kini dengan menciptakan Mustika Ratu Simply Stay Make Up untuk wanita aktif, simple, dan selalu ingin tampil ayu setiap saat. Soft l Moist l Long Last (lembut, lembab, dan tahan lama) adalah taqline dari produk ini. 

Produk Simply Stay Mustika Ratu ini mengandung : 
  1. Curcuma Heyneana Root Extract sebagai natural skin conditioning, memberikan kelembaban, menghaluskan kulit serta mencerahkan kulit 
  2. Tocopheryl Acetat (Vitamin E) merupakan anti oksidan alami, antioksidan kuat untuk melindungi dari kerusakan oleh radikal oksigen reaktif & sinar UV
  3. Octyl Methoxycinnamate sebagai UV filter alami untuk melindungi wajah dari paparan sinar matahari (UV B) 

   Selain itu teksturenya lembut sehinga mudah menyerap ke dalam kulit, mudah diaplikasikan, tahan lama hingga 8 jam, dan bersertifikat Halal dari MUI. 

   Penasaran kan gimana sih bentuk sample produknya? Ini nih performance sample produk yang aku terima kemarin. 



   Sebuah box berukuran 24,5 x 19 x 2,5 cm dengan cover depan foto Elvira Devinamira (Putri Indonesia 2014) yang berisi 4 jenis pallete make up, terdiri dari :  

*) 2 macam moisturizer/pelembab berbentuk tube (5ml) untuk kulit kering dan berminyak. Teksturenya creamy dan agak lengket. Aromanya juga wangi. Harganya Rp.15.000,-  

*) 4 shade liquid foundation berbentuk tube (5 ml) bertekstur cair, untuk semua jenis kulit, dengan pilihan warna yang tersedia : 
  • Pearly White : untuk kulit cerah/ putih.   
  • Smoothie Yellow : untuk kulit yellow undertone/kuning langsat
  • Caramel Latte : untuk kulit sawo matang  
  • Sweet Choco : warna tergelap yang dapat digunakan sebagai shading 

*) Stick foundation dengan 4 warna : 
  • Pearly White : untuk kulit putih bisa untuk highlight (1)
  • Smoothie Yellow : untuk kulit kuning langsat, bisa digunakan sebagai concealer (2)
  • Caramel Latte : untuk kulit sawo matang (3)
  • Sweet Choco untuk shading (4)
Harga : Rp.50.000,- 

*) Two way cake/bedak padat, juga dengan 4 warna yang sama dengan liquid foundation dan stick foundation yaitu caramel latte, smoothie yellow, pearly white, dan sweet choco 
Harga : Rp.75.000,- 

     Aku juga mencoba mengaplikasikannya ke wajahku sendiri. Look at this picture below:

  1. Tampilan wajahku sebelum menggunakan produk Simply Stay 
  2. Aplikasikan pelembab ke 5 bagian wajah. Dalam hal ini aku memilih pelembab yang cocok untuk jenis kulitku yang kering (moisturizer for normal to dry skin)
  3. Usapkan pelembab secara merata ke seluruh area wajah dan leher . Kemudian tunggu 2-3 menit sampai pelembabnya meresap ke dalam kulit untuk hasil yang maksimal 
  4. Oleskan Simply Stay Liquid Foundation ke bagian tengah wajah (sekitar hidung, dagu, dan di atas alis) dengan meggunakan jari, lalu ulaskan kearah luar sehingga pigmen warnanya membaur sempurna dengan kulit. Berikan shading pipi dan rahang dengan menggunakan Simply Stay Stick Foundation warna gelap pada garis tulang pipi, rahang, pelipis dan garis batas rambut bagian atas dan baurkan dengan jari. Sedangkan untuk shading hidung : Tarik garis lurus dari titik pertumbuhan alis ke cuping tengah hidung (menggunakan simply stick foundation warna gelap) lalu berikan highlight ditengah hidung. Saranku pilih warna foundation yang hampir mirip dengan warna kulit wajah kalian. 
  5. Tekan-tekan ringan two way cake/ bedak padatnya pada permukaan wajah dengan menggunakan puff
  6. Tampilan wajahku setelah menggunakan produk Simply Stay 

  Kesanku setelah memakai produk Simply Stay Mustika Ratu ini wajahku jadi lebih halus dan aku bisa tampil lebih percaya diri. Produk ini sangat aku rekomendasikan buat kalian yang pengen cantik setiap saat dengan cara yang simple dan harga produk make up yang terjangkau. Kalian coba juga ya..^^ 




Acara ini diorganisir oleh B Blog Indonesia 
Dan Disponsori oleh Mustika Ratu

Perut Kembung di Malam Hari

   Hal yang bisa membuatku terbangun di malam hari itu ada 4 hal, yaitu : 
  1. Mimpi indah (ini sangat disayangkan karena sangat indah rasanya pengen ada to be continued-nya tapi sayang udah ga bisa lagi) 
  2. Mimpi buruk (rasanya benar-benar pengen cepet sadar dan berharap ini cuma mimpi)
  3. Kebelet pipis (biasanya sebelum aku terbangun, aku mimpi ke toilet duluan tapi ga bisa bisa keluar air seninya dan ternyata cuma mimpi tapi emang nahan kencing sakit juga jadi harus segera ke toilet) 
  4. Perut kembung. Perut kembung biasanya terjadi padaku jika aku makan malamnya kurang sehingga tengah malam lapar lagi dan dicuekin aja karena masih tidur. Selain itu jika udara dingin, tak jarang perutku jadi semakin kembung. 

   Nah, jika hal itu terjadi yang biasa aku lakukan langsung bangun lalu minum segelas air putih dan mengolesi perutku dengan minyak kayu putih kemudian menekan perutku dengan bantal. Beberapa saat kemudian, siap-siap untuk menerima aroma terapi alami… hihi… bushhhhh…. Buang gas pun tak terelakkan hahaha… dan jika sudah begitu legaaaa banget perut kembungpun hilang dan aku bisa tidur nyenyak kembali. 

   Bagaimana kalian mengatasi perut kembung? Please, tell to me, too ^^…

Cara Mengatasi Rasa Putus Asa

   Siapa sih di dunia ini yang ga pernah putus asa? Saya rasa semua orang pasti pernah mengalaminya termasuk saya. Banyak hal yang membuat kita putus asa dan inti dari timbulnya rasa itu adalah ketika apa yang sangat kita impikan/ inginkan/ idam-idamkan eh ternyata pupus atau gagal. Apa yang kita rencanakan tak seperti kenyataannya. Jika kita sedang sakit dan tak kunjung sembuh pun kita juga bisa dilanda keputusasaan. 

   Waktu saya sakit dulu, saya juga pernah putus asa dan nyaris ingin bunuh diri. Dimana waktu itu saya sedang aktif-aktifnya pelayanan di komisi pemuda gereja saya. Tahun 2006 adalah masa yang kelam dalam hidup saya. Saya merasa kehilangan masa remaja saya. 

   Bagaimana tidak? Saya tidak bisa lagi makan makanan yang saya suka dengan bebas. Saya kena agoraphobia, saya takut berada di keramaian, saya sering tidak menghadiri acara bersama teman-teman kantor saya karena masih muntah-muntah di kos. Buat teman-teman saya maafkan saya dulu saya tidak bisa datang ke acara pernikahan kalian, tidak ikut piknik kantor, dan makan-makan selepas jam kerja. Bukan karena saya tidak setia kawan, tapi mengingat kondisi fisik saya saya terpaksa tidak hadir. 

   Jika waktunya menjelang sore, saya hanya bisa terkapar di tempat tidur kos sendirian dan berjuang dengan muntah yang tak kunjung berhenti. Seharusnya kalau saya sehat saya bisa jalan-jalan bersama teman-teman saya. Saya merasa sangat lemah. Saat itu saya merasa tidak normal. Tidak seperti yang lainnya. 

   Saat seperti itu saya jadi ingat kisah Ayub. Ayub adalah umat Tuhan yang saleh. Ia sangat mengasihi Tuhan tapi kenapa ia malah sakit parah, tak hanya itu saja ia juga kehilangan harta bendanya, anak-anaknya meninggal dan istrinya mengutukinya. Saya tidak lebih baik daripada Ayub. Pantaskah saya protes kepada Tuhan? 

   Waktu itu yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa dan menyerahkan seluruh hidup saya untuk Tuhan. Jika memang harus muntah ya saya tidak memberontak, saya sadari saya memang sedang mual dan ingin muntah. Kadang saya menangis, tapi saya tahu disaat saya sedang terpuruk sebenarnya Tuhan pun dekat dengan saya. Sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungNya. 
   
   Banyak orang yang mengatakan kalau saya terlalu banyak pikiran hingga stress dan sakit. Saya akui saya orangnya keras, jika menginginkan sesuatu harus didapatkan, dan cenderung perfeksionis. Tapi keperfeksionisan saya tidak membuat saya jadi orang yang rileks, saya malah tertekan dengan keperfeksionisan saya. Jika saya mengikuti sebuah psikotest kedapatanlah kalau saya ini sangat stress. Dokter yang memeriksa saya bilang kalau saya adalah seorang pencemas sejati. Selalu hidup dalam kekuatiran. 

   Dampak dari apa yang saya cemaskan, hal-hal kecil yang saya cemaskan jadi terasa besar. Ketakutan saya lebih besar daripada kepercayaan saya akan pimpinan Tuhan. Hingga saya merasa Tuhan meninggalkan saya. Teman-teman saya meninggalkan saya. Bahkan waktu itu orangtua teman saya juga membenci saya, mereka tidak mengijinkan anaknya bergaul dengan saya yang sakit-sakitan. Saya diluar kota sendirian saat itu dan sangat bergantung kepada uluran tangan teman apalagi saat saya tak kuat beli makan sendiri keluar. 

   Saat saya sakit dan dirawat di rumah sakit, teman-teman saya mengira saya pura pura sakit dan menikmati liburan di HOTEL (hanya karena saat mereka menjenguk saya pas saya tidak sedang kumat muntahnya). Yang tahu benar keadaan saya adalah penjaga pasien di sebelah saya dan satu orang teman saya yang digerakkan Tuhan untuk tetap berada disamping saya meski dilarang oleh orangtuanya. Ternyata meski saya merasa sendiri Tuhan tidak membiarkan saya seorang diri. 

   Saya rasakan kesedihan yang mendalam, saat saya minum air putihpun muntah juga. perut saya muak terhadap segala macam makanan waktu itu. Saya bertanya Tuhan kenapa saya harus mengalami ini? Apakah di dunia ini hanya saya yang mengalami ini? Kenapa teman-teman yang saya tanyai tidak ada yang pernah mengalami apa yang saya alami? Itulah rentetan pertanyaan saya dulu waktu masih sakit. Pertanyaan itu terjawab setelah saya sembuh. 

   Ternyata banyak orang yang belum pernah saya temui yang sakit seperti yang saya alami. Tapi yang sangat saya sayangkan mereka hanya ingin sembuh tanpa melalui proses. Mereka mau cepat sembuh tapi tidak mau menjaga makan. Baru sembuh sebentar sudah nekad menerjang pantangan dan ketika kumat, bingung bagaimana cara mengatasinya. Bahkan saat saya sedang ada di sebuah grup penderita gerd, ada juga yang mungkin saking senangnya sembuh sebentar sudah pamer sama teman-temannya bisa makan pedas, dan beberapa hari kemudian kumat lagi dan ngeluh-ngeluh lagi. 

   Penyakit ini bisa datang kapan saja saat kita mulai stress lagi, saat kita salah makan, saat kita memiliki gaya hidup yang salah. Bagaimana cara mengatasi keputusasaan? Hanya dengan berdoa dan berserah kepada Tuhan kita bisa mengatasinya. 

   Saat kita berdoa, Tuhan akan memberikan kita semangat baru, kekuatan baru, dan kesembuhan sehingga kita tidak lagi mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Kita manusia memang lemah dan Tuhan tahu itu. Oleh karena itu Tuhan pernah berfirman marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Serahkan bebanmu, biarkan Tuhan yang menggendongmu dan membawa menyelesaikan permasalahanmu. 

   Otak manusia terbatas, pikiran kita terbatas, hati kita terlalu kecil dan sesak jika harus memasukkan banyak masalah dan beban. Bersyukur, ikhlas, Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Saya sembuh karena saya mulai membuka hati saya untuk menerima firman TUhan setiap hari dan Tuhan membuka jalan kesembuhan untuk saya. 

   Saat begitu besar keinginanmu, jangan biarkan pikiran dan ambisimu menguasai dan menekanmu hingga stress. Ingat, orang yang sedang dalam depresi berat, tidak pernah bisa menikmati hidup dengan baik. 

   Masalah bukan untuk dipikirkan saja, tapi diatasi. Masalah tidak akan selesai hanya dengan dipikir. Memang sangat manusiawi jika kita berpikir, tapi jangan terlalu keras berpikir hingga menyiksa tubuh sendiri, itu maksud saya. Berpikir boleh tapi jangan mbatek. 

   Saat putus asa melanda detik itu juga berdoa dan berusahalah untuk melawan rasa itu dengan memasukkan hal-hal yang positif ke dalam pikiran kita, tetap bersyukur pasti ada hikmah dibalik semua kegagalan kita. Hati manusia memikir-mikirkan jalannya tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. 

   Waktu saya sakit, ada seorang yang tidak saya kenal menelepon saya. Dan ia memotivasi saya setiap hari untuk melawan rasa rasa tidak nyaman yang menghantui pikiran saya. Dan ia berpesan kepada saya, “Suatu saat nanti kalau kamu sudah sembuh, kamu juga harus memotivasi orang lain juga.” Dan inilah yang sedang saya lakukan. 

   Hanya orang yang pernah menderita yang tahu bagaimana rasanya menderita. Berbahagialah engkau yang sakit karena engkau akan disembuhkan. Itu penghiburan dari Tuhan. Kuncinya berdoa, berusaha, bersabar, dan bayar harga. Hanya diri kita sendiri yang bisa menyembuhkan. Get well soon my all GERD friends… GBU

Petualangan Baru ke Semarang

   Sekali lagi Tuhan Yesus sangat baik dan peduli padaku. Ia memberiku kesempatan lagi untuk bekerja. Lama menganggur setelah resign dari perusahaan distributor di kotaku, aku pun ikut komsel di gerejaku. Aku ditawari pembimbing komselku untuk kerja di Semarang. Awalnya aku sangat takut karena belum pernah keluar kota sendirian dan aku masih muntah tiap pagi. Tetapi akhirnya aku berani karena disana aku akan tinggal di mess karyawan jadi aku tak perlu pusing mikir kos dan makan. Semua disediakan, aku hanya tinggal kerja aja. 

   Aku pun menyanggupi hal itu dan bosku yang sesama orang Blora datang ke Blora hanya untuk menjemputku. Interview dilakukan di rumahnya dan esok harinya aku berangkat ke Semarang naik mobil bosku. Adikku juga ikut sekalian karena dia sudah mulai masuk kuliah. Disana aku bekerja sebagai admin merangkap akunting. Kami tinggal di sebuah mess bersama bosku. Setiap minggu kami karyawannya berangkat ke gereja sama-sama bos naik mobil. Jadi hampir setiap hari aku kemana-mana sama bosku. Kantor kami jauh dari jalan raya, kami tinggal di lingkungan perumahan elite dan besar. Jarang ada ketemu tetangga. 

   Aku biasa makan pagi tapi di mess pembantunya hanya masak untuk makan siang dan malam hari saja. Lalu aku memintanya memasak nasi lebih pagi agar aku bisa sarapan. Hm special request. Aku masih muntah pagi di mess tapi tak separah waktu sekolah. Aku di mess makan singkong bakar untuk mengobati lambungku. Bulan pertama kerja jadi akunting sudah harus nombok karena uangku ditilep salesman waktu kuhitung di meja karena ga ada bukti dan aku yang salah Akhirnya aku harus rela ga gajian buat bayar uang yang hilang. Salesman yang nilep uangku akhirnya dipecat dari kantor karena ternyata dia juga korupsi. 

   Bulan kedua aku didampingi supervisorku untuk hitung uang setoran salesman. Aku benar-benar jadi akunting pupuk bawang. Ga becus jadi akunting rasanya. Karena aku tak pernah kuliah akunting dan ga paham akunting jadi aku harus sering lembur untuk belajar bikin laporan yang harus disetor seminggu sekali ke kantor pusat di Jakarta. Aku lembur sampai jam 12 malam selama 3 bulan. 

   Disini aku belajar hal baru lagi, aku belajar pake mesin fax, bikin laporan rekening koran, menghitung bonus salesman, menyiapkan kasbon sales, dll. Selama 3 bulan kami tinggal di mess dan kantor akan pindah ke Ungaran. Semua sudah disiapkan tinggal pindah saja, Kami juga sudah survey lokasi kantor baru disana. Eh tiba tiba pindahnya dibatalin karena sebuah alasan yang aku kurang tahu, jadi kami semua harus kos Setelah setahun kerja kantorku pindah lagi ke tempat yang agak jauh ~ Mangkang ~ Gabung dengan EPM. Disana aku bertemu banyak orang dan teman baru. Saat jam makan siang kami semua makan bersama bawa bekal masing masing. Aku sangat senang sekali. 

   Tapi kesenanganku harus berakhir karena perusahaan tempatku kerja gulti (gulung tikar). Bosku menawariku untuk beli tiket travel pulang ke blora tapi aku masih ingin di Semarang karena aku punya banyak teman gereja disini dan masih ingin bekerja disini.

Kesempatan Yang Terlewatkan

    Setelah keluar dari mini market, aku masih muntah setiap pagi tapi tak seperti waktu sekolah dulu. Muntah setelah gosok gigi di pagi hari. Tapi karena sudah jadi kebiaasaan aku tak mengangapnya lagi sebagai beban. 

    Salah satu teman gerejaku mengajakku pelayanan jadi guru sekolah minggu buat mengisi waktu luang. Aku pun menyanggupi meski masih muntah pagi. Aku percaya kalau kita melayani Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan maka Tuhan akan memberkati dan memulihkan kita. Aku sangat bersemangat jadi guru sekolah minggu. Tadinya hanya bertugas mengabsen anak-anak, kemudian memimpin doa persembahan, dan tantangan berikutnya adalah mendongeng kisah Alkitab kepada anak-anak kecil. 

   Waktu itu aku menceritakan tentang Yunus yang dimakan ikan teri eh salah ikan paus. Hehe geli juga kalau inget itu, aku merasa Tuhan memberiku kekuatan dan keberanian saat mendongeng. Aku mulai suka berada di lingkungan anak-anak. 

     Setelah aku selesai dongeng, teman sepelayananku menawariku pekerjaan di kantornya.Wah berkat Tuhan. Ia bekerja di sebuah perusahaan distributor di kotaku. Perusahaan itu terbilang cukup bonafit dan besar. Kesejahteraan karyawannya sangat diutamakan. 3 bulan sekali dapat seragam baru dan ada mobil antar jemput karyawan. Wah pikirku enak juga ya bisa diterima kerja disana. 

   Aku pun membuat surat lamaran kerja dan datang ke kantornya. Pas mau berangkat melamarpun karena grogi muntahku ga berhenti-berhenti sampai mukaku pucat waktu hendak melamar. Sampai disana aku bertemu langsung dengan manajernya. Dia membuka dan membaca surat lamaranku tapi hanya sepintas lalu saja. Karena mungkin aku direkomendasikan temanku jadi nilai danemku yang jeblok tak digubrisnya. Wawancara pun berlangsung, saat dia menanyakan apa aku sudah pernah bekerja. Aku agak dilemma kalau menjawab bagian ini. Kalau aku bilang cuma kerja 2 bulan dan resign karena sakit apa yang ada di pikirannya? Oh aku penyakitan! Tapi kejujuran itu nomor 1 jadi aku jawab apa adanya saja. Dan aku dijadwalkan mengikuti tes masuk minggu depannya. 

    Waktu tes masuk, ada 10 orang pelamar yang datang. Mereka semua rata-rata S1 dan D3. Cuma aku yang lulusan SMA sendiri dengan danem minimalis. Dandanan mereka modis-modis, sangat pantas untuk mendapat point plus di dunia kerja, ga sepertiku yang culun. Aku berangkat tes dalam keadaan mual berat karena muntahku belum selesai tadi. Meski konsentrasinya agak terpecah, untunglah aku bisa menyisakan sedikit kekuatan untuk mengerjakan soal hitungan. 

   Beberapa hari kemudian, aku dipanggil lagi dan bosku bilang aku diterima karena nilai tesku mencapai 9.75. Tapi bosku yang perfeksionis itu bilang, jangan sombong dulu karena kamu bisa menyisihkan sarjana dalam tes ini. Buktinya kamu masih belum 100% betul semua. Masih ada yang salah berarti kamu orang nya tidak teliti. Mak jleb dibilang gitu. Tapi ya sudahlah apa saja kata bos aku terima. 

    Esok nya waktu aku masuk kerja. Lagi-lagi aku muntah sebelum berangkat. Ini benar-benar melelahkan. Karena terburu-buru aku lupa pakai sepatu. Jadi aku ke kantor pake sandal selop dan parahnya lagi itu hari pertama masuk kerja. Aku sangat kepayahan, nasi telur dadar yang kumakan pagi tadi rasanya sudah habis dicerna oleh asam lambungku yang over. Aku lapar padahal masih jam 9.30 pagi. Perutku sudah mulai perih dan aku harus segera ngemil agar tak pingsan. 

   Di ruangan itu ada 4 orang karyawan cewek semua. Mereka terlihat tidak bersahabat denganku mungkin karena aku anak baru dan dandananku agak kuno. Tapi aku tak memperdulikan mereka. Bosku masuk keruangan kami dan menegurku karena pakai sandal. Aku dibilang tidak sopan dan tidak disiplin. Setelah itu aku segera lari ke dalam toilet dan makan biscuit yang tadi kumasukkan ke dalam kantongku. Aku makan 3 keping biscuit itu cepat-cepat karena toiletnya sudah diketuk teman kerjaku. Aku agak kepayahan kalau harus makan lari ke luar dulu karena di tempat kerja ga boleh ngemil. 

   Diterima kerja bukannya senang malah stress. Suasana kerja yang ga nyaman membuatku makin sakit. Teman yang merekomendasikanku masuk ke sana ternyata berubah sikapnya padaku. Aku juga heran. Dia sok ga kenal padaku di sana. Bahkan saat dia pulang dan aku jalan kaki dia mengacuhkanku akhirnya aku numpang mobil kantor. Aku salah apa ya? Pulang kerja kepalaku pusing berat karena manteng di depan komputer tanpa istirahat. Aku harus menghafal kode-kode barang sebelum input ke dalam komputer. Kalau badan sehat sih ga masalah, kalau tubuh sakit meski ngetik komputer saja rasanya tak ada tenaga. Esok paginya aku bolos karena muntahnya sampe siang banget. Baru sehari kerja sudah sakit. 

   Barulah lusanya aku datang ke kantor lagi. Bosku marah-marah lagi. Dia tanya apakah aku kalau hari libur juga muntah? Aku bilang sama saja. Lalu Dia bilang lambungku bisa jebol kalau dipakai muntah-muntah melulu. Dia juga bilang, percuma pinter kalau penyakitan. Aku dikira tidak punya tanggungjawab. Lama-lama kurasakan bahwa aku memang belum siap kerja dengan kondisiku. Aku menyerah dan keluar dihari ketiga. Aku merasa bersalah, gagal dan merasa tidak berguna. Depresi melandaku lagi. 

   Padahal aku adalah harapan adikku dan bapakku. Adikku hendak masuk ke perguruan tinggi dan butuh biaya. Kalau aku keluar kerja adikku harus mencari biaya sendiri. Aku sedih sekali. Tapi untunglah ayah dan adikku menerima kondisiku dan tidak menyalahkanku. Aku tak berani memunculkan wajahku lagi di gereja, aku berhenti pelayanan sekolah minggu. Aku sangat malu dengan teman yang merekomendasikanku itu. Hubungan kami tidak baik. Aku telah melewatkan kesempatan yang bagus karena sakit-sakitan.